Prasetya Online

>

Berita UB

Dosen Arsitektur ikuti Workshop Research Link UK- Indonesia

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word
Dikirim oleh prasetyaFT pada 11 April 2014 | Komentar : 0 | Dilihat : 2345

Ketua Jurusan Arsitektur FTUB , Agung Murti Nugroho, ST, MT, PhD
Ketua Jurusan Arsitektur FTUB , Agung Murti Nugroho, ST, MT, PhD
Ketua Jurusan Arsitektur FTUB , Agung Murti Nugroho, ST, MT, PhD terpilih bersama 20 peserta lain dari seluruh Indonesia untuk bergabung bersama peneliti lainnya dari Inggris, untuk mengikuti workshop Research Link dengan tema Towards Sustainable Building and Infrastructure in Indonesia.  Workshop ini diselenggarakan oleh Bristish Council selama 4 hari, (24-27/3), di Institut Teknologi Bandung (ITB).   Kegiatan workshop ini bertujuan membangun jejaring peneliti dan kerjasama penelitian antara Indonesia dan Inggris. Tujuan yang ingin dicapai adalah membuat road map penelitian bersama yang akan ditindaklanjuti dengan tersusunnya proposal penelitian yang akan diajukan ke lembaga penelitian internasional.

Agenda acara selama empat hari sangat padat dimulai dari jam 8 pagi hingga jam 6 sore. Pada hari pertama berisikan pembukaan dan paparan beberapa narasumber tentang keberlanjutan sain bangunan di Indonesia,  aksi keberlanjutan dan perubahan iklim.  Acara dilanjutkan dengan perkenalan dari masing-masing peserta melalui diskusi aktif melalui poster masing-masing.  Setiap peserta satu minggu sebelum acara diwajibkan mengirim poster tentang rekam jejak penelitiannya.  Pada sesi ini poster UB yang mengambil tema Smart Passive Cooling for Sustainable Environment Quality of Tropical Housing mendapat apresiasi yang besar dari peserta Inggris.  Sehingga di akhir acara memperoleh vote yang cukup besar serta tawaran kerjasama dari beberapa universitas. Setelah perkenalan dilanjutkan dibuat grup diskusi yang berimbang jumlahnya antara peserta dari Inggris dan Indonesia.  Grup diskusi ini tukar pendapat yang membahas tentang isu-isu bangunan dan infrakstruktur di Indonesia dan Inggris.  Grup diskusi dilakukan dalam tiga putaran sehingga masing-masing semakin mengenal bidang penelitiannya. Salah satu catatan yang bisa diinformasikan bahwa sebagian besar peneliti Inggris menggunakan metode Building Information Modeling (BIM) yang sejak tahun kemarin sudah diperkenalkan melalui mata kuliah Komputasi Arsitektur di Jurusan Arsitektur FTUB.  Sehingga di masa mendatang sebaiknya materi ini akan diperbesar porsinya di mata kuliah tersebut.

"Trend arsitektur saat ini mengarah pada keberlanjutan lingkungan, untuk itu teknologi BIM sudah diperkenalkan sejak dini di Jurusan Arsitektur. Hal ini dapat menjadi nilai lebih bagi lulusan- lulusan Arsitektur. Selain itu, penggunaan BIM ini juga memberi peluang dosen di jurusan arsitektur yang berminat untuk studi lanjut," kata Agung yang memegang paten jendela pintar tanggap iklim ini.

Pada hari kedua, acara workshop semakin padat dengan beberapa narasumber antara lain dari Walikota Bandung, Ridwan Kamil yang pernah di undang ke UB. Bang Emil, sapaannya, memberikan materi tentang tinjauan kebijakan dalam keberlanjutan kota.  Beliau memaparkan beberapa langkah strategis yang sudah dilakukan untuk meningkatkan indeks kebahagiaan warga bandung melalui pembuatan taman tematik, pengelolaan sampah, unit reaksi cepat perbaikan infrastruktur, Bandung berkebun dan sebagainya.  Narasumber yang lain adalah dari Green Building Council Indonesia tentang strategi ramah lingkungan bangunan di Indonesia.  Inti acara workshop adalah membuat lima grup diskusi terdiri sebagian dari Inggris dan sebagian lagi dari Indonesia.  Masing-masing grup diskusi membahas tema Technology, Human, Government, Economic, dan   Tools.

Pada hari ketiga dilakukan kunjungan ke lapangan untuk melihat realita lapangan praktek keberlanjutan bangunan dan infrastruktur di Bandung.  Semua peserta melakukan kunjungan ke Bumi Parahyangan sebagai percontohan tentang kota satelit berkelanjutan termasuk di dalamnya mengunjungi Masjid Al Irshad karya Ridwan Khamil yang mendapat beberapa penghargaan arsitektur.  Dilanjutkan ke museum Asia Afrika, city tour dan diakhiri dengan terlibat secara nyata dalam acara budaya di Saung Mang Udjo.

Akhirnya pada hari terakhir dirumuskan beberapa kelompok penelitian yaitu: Penyusunan Pedoman Green Building di Indonesia, Konteks lokal dalam sistem alami bangunan dan lingkungan, Monitoring dan evaluasi keberlanjutan bangunan dan infrastruktur, dan Strategi hemat energi pada Rumah Susun di Indonesia. Beberapa hal yang didapatkan dari workshop mencakup dua hal penting yaitu : peluang kerjasama dengan Universitas di Inggris serta pengalaman penyelenggaraan workshop serupa di Universitas Brawijaya. (A.M.N, /emis)

 

 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID