Prasetya Online

>

Berita UB

Donowarih Karangploso jadi Desa Binaan FTP UB

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyaftp pada 03 Mei 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 830

Penandatanganan Kerjasama
Penandatanganan Kerjasama
Desa Donowarih Karangploso resmi menjadi desa binaan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB). Hal itu dikukuhkan dalam penandatangan nota kesepahaman bernomor 1507/UN10.F10/KS/2019 yang ditanda tangani Dekan FTP UB, Dr. Ir. Imam Santoso, MP dan Kades Donowarih, Sujoko Donoprasetyo, Selasa, (30/04/2019).

Melalui penandatangan nota tersebut,  FTP UB dan Desa Donowarih yang terletak di Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang ini bersepakat untuk bekerjasama dalam  kegiatan pengabdian masyarakat dan/atau penelitian guna meningkatkan kemampuan, keahlian dan pengetahuan sumber daya manusia serta sumber daya alam yang terdapat di Donowarih melalui kegiatan pendampingan dan mitra desa binaan.

Nota kesepahaman yang berlaku hingga 2022 ini juga menjelaskan bentuk bentuk kerjasama yang akan dilakukan seperti pengabdian masyarakat oleh FTP UB melalui skema pembiayaan dari Ristekdikti, Universitas Brawijaya, Fakultas, dan/atau dari lembaga pemberi dana lainnya; Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa; Pelaksanaan penelitian mahasiswa;  Pendampingan dan pembinaan masyarakat desa dari aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan serta pariwisata; serta Pendampingan dalam pengembangan Rest Area Karangploso menjadi Agro Techno Park (ATP).

Sebagai salah satu bentuk implementasi kerjasama tersebut, FTP UB telah melaksanakan pelatihan pembuatan aneka snack berbahan kopi kepada para kader PKK dan pegiat UKM Pangan Donowarih, Kamis (02/05/2019). Menggandeng Chef Hendro dan Chef Krisma dari FPTC FTP UB, keduabelas kader PKK Donowarih tersebut belajar membuat soes kering cappuchino serta sagukeju tiramisu.

“Sebenarnya kopi sudah agak umum digunakan sebagai bahan kue, hanya saja kali ini kami sajikan sebagai kue kering karena menjelang bulan puasa sehingga nantinya dapat dipasarkan sebagai kue lebaran. Kami juga sengaja mengolah kopi menjadi tiramisu dan cappuchino untuk mendapat rasa yang kekinian sesuai trend milenial meski sebenarnya kopi yang kami olah adalah komoditas lokal dari Donowarih sendiri,” demikian chef Hendro menjelaskan.

”Alhamdulillah saya berterimakasih kepada Chef Hendro dan segenap tim FTP UB yang telah membuka wawasan kami semua. Terlebih aneka kue yang diajarkan merupakan inovasi untuk persiapan dipasarkan menjelang lebaran nanti. Maksud saya, sus kering dan sagu keju sepertinya sudah umum dijual sebagai kue lebaran, tetapi yang bercitarasa cappucino dan tiramisu relatif masih jarang. Apalagi beberapa peserta pelatihan ini merupakan para pegiat UKM pangan di desa kami dan kopi juga merupakan komoditi Donowarih. Jadi kegiatan ini benar benar bagus sekali. Apalagi dengan adanya pendampingan dan pembinaan dari FTP UB, saya optimis dapat meningkatkan perekonomian warga Donowarih sekaligus meningkatkan nilai kopi kami. Syukur syukur kedepannya kue kue ini bisa menjadi ciri khas desa kami sehingga jika ada sus kering cappuchino atau sagukeju tiramisu, orang langsung ingat Donowarih,” kata  Ketua Kader PKK Donowarih Ny. Ita Kartika.[dse/Humas UB]

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID