Prasetya Online

>

Berita UB

Doktor Mengabdi UB Berdayakan Pokdarwis Desa Sumbergondo

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyafia pada 03 Desember 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 73

Tim LPPM UB Dalam Pengabdian Pokdarwis di Sumbergondo
Tim LPPM UB Dalam Pengabdian Pokdarwis di Sumbergondo
Batu merupakan Kota dengan potensi pariwisata yang sangat tinggi karena kondisi geogafis dan potensi sosial budayanya.  Kota Batu yang terletak 800 MDPL (Meter Diatas Permukaan Laut) ini dikarunia keindahan alam yang memikat. Potensi ini tercermin dari kekayaan produksi pertanian, buah dan sayuran, yang didukung dengan panorama pegunungan dan perbukitan yang indah. Mirisnya pengembangan wisata tidak dirasakan oleh masyarakat asli Kota Batu. Investor besar mendapatkan manfaat yang lebih dengan pengembangan destinasi wisata berskala industri.

Salah satu contoh adalah desa Sumbergondo yang terletak di Batu. Desa ini memiliki potensi hasil produksi perkebunan yang cukup melimpah seperti apel, wortel, kentang, dan strawberry yang dapat dioleh menjadi oleh-oleh khas desa. 

Desa Sumbergondo juga memiliki jalur pendakian menuju gunung arjuna yang sudah sering digunakan oleh para pendaki dari berbagai daerah yang disajikan dalam bentuk paket tour gunung arjuna.

Selain itu, sebagian besar wilayah desa sumbergondo adalah pekebunan yang masih subur dan aktif sehingga udaranya masih sejuk serta terdapat aktivitas para petani. Sayangnya keterbatasan sumber daya yang dimiliki oleh dinas pariwisata menjadi kendala utama perkembangan desa wisata di Kota Batu, terutama keterbatasan dalam pelatihan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang dimiliki oleh tiap desa.

Hal inilah yang menjadi latar belakang kegiatan doktor mengabdi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Brawijaya (UB) yang beranggotakan Firda Hidayati, DPA (FIA); Akhmad Amirudin, M.Pol.Sc (FIA); dan Bayu Kusuma, M.Sc.(FPIK) membantu Desa Sumbergondo meningkatkan potensinya melalui pemetaan potensi dan pengenalan terhadap program Corporate Social Responsibility (CSR). Kegiatan dilaksanakan pada (5/11/2018) pada Desa Sumbergondo.

“Keinginan tersebut patut diselaraskan dengan kapasitas Sumber Daya Manusia diluar struktur pemerintahan agar Desa Berdaya tidak sekedar menjadi tagline namun dapat menjadikan beberapa desa di Kota Batu menjadi desa mandiri terutama dalam bidang pariwisata,” Jelas Firda yang merupakan dosen FIA UB.

Luaran, tambahnya, adalah model assessment potensi desa wisata, modul pelatihan pengembangan desa wisata dan metode pelatihan bagi Kelompok Sadar Wisata yang tersebar di desa dan kelurahan Wilayah Batu (Pokdarwis). Dengan ini, nantinya desa potensial wisata akan mengimbangi ketimpangan pengelolaan pariwisata yang didominasi oleh investor besar. [Humas FIA/Humas UB]

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID