Prasetya Online

>

Berita UB

Doktor Mengabdi Kenalkan Model Assabieh dan Ukhuwah untuk Pencegahan Korupsi

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh vicky.nurw pada 05 November 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 285

Rachmat Kriyantono saat program Doktor Mengabdi di Pasuruan
Rachmat Kriyantono saat program Doktor Mengabdi di Pasuruan
Kewajiban untuk memberantas tindak korupsi bukan hanya tugas pemerintah. Warga masyarakat dan perangkat daerah juga turut berperan dalam menciptakan sistem pelayanan publik untuk mencegah korupsi. Hal ini menjadi fokus pelaksanaan kegiatan Doktor Mengabdi yang dilakukan oleh Universitas Brawijaya sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Kepada warga Desa Gendro, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, tim Doktor Mengabdi yang dikoordinir oleh Rachmat Kriyantono selaku dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ini mengenalkan model komunikasi dalam penyampaian informasi publik untuk mencegah korupsi.

Program Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya berlangsung sejak tanggal 1 Juli 2018 dengan melakukan riset di Desa Gendro terkait keterbukaan informasi publik mengenai pengelolaan keuangan agar terhindar dari korupsi. Dalam rangka menindaklanjuti riset tersebut, Universitas Brawijaya melakukan pelatihan pada Kamis lalu (25/10/2018) dan penyuluhan kepada perangkat desa dan masyarakat di Desa Gendro terkait keterbukaan informasi publik untuk mewujudkan prinsip good governance

Kegiatan penyuluhan diawali dengan menyampaikan hasil riset dari Tim Doktor Mengabdi di Desa Gendro terkait karakteristik masyarakat, peluang Desa Gendro, dan kendala yang mungkin dihadapi dalam mencapai peluang. Prinsip utama yang ditekankan dalam penyuluhan ini adalah komunikasi sebagai pendukung pelayanan publik.

Rachmat juga menyampaikan bahwa hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan keterbukaan informasi dalam menjalankan program Bumdes di Desa Gendro adalah mekanisme penyampaian informasi yang efektif kepada masyarakat dan pemilihan media informasi pengelolaan dana. Dengan mengutamakan adanya keterbukaan informasi akan mengurangi kecurigaan dalam benak masyarakat

Tim Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya mengusulkan beberapa model komunikasi yang dapat diterapkan di Desa Gendro untuk mewujudkan keterbukaan informasi dengan meningkatkan koordinasi dan komunikasi di tingkat internal (komunikasi antar aparat perangkat desa) serta membenahi komunikasi eksternal (komunikasi antara perangkat desa dengan masyarakat). "Model komunikasi yang disarankan adalah dengan menggunakan prinsip assabieh dan ukhuwah yaitu segala informasi yang disampaikan itu harus memiliki harmonisasi dan kebersamaan. Model komunikasi ini dapat diwujudkan dengan memberdayakan kalangan muda di Desa Gendro sebagai kelompok masyarakat yang memiliki kepedulian tinggi terhadap desa," ujar Rachmat.

"Dari hasil diskusi ternyata kalau saya nilai sangat banyak sekali hasilnya dan keterbukaan informasi sangat penting. Siapa yang biasa menguasai informasi akan bisa menguasai dunia. Ternyata hasil diskusi bersama perangkat RT dan RW sangat hidup, sangat cair. Mudah-mudahan ini tidak hanya didengar, yang paling penting adalah aplikasi setelah diskusi," ujar Sentot Sunaryo Hadi sebagai perwakilan masyarakat Desa Gendro.

Masyarakat juga berharap pelatihan dan penyuluhan yang dilakukan oleh Tim Doktor Mengabdi menjadi program yang berkelanjutan, sehingga dapat mewujudkan Desa Gendro yang transparan dalam penggunaan dana desa. [sinta/vicky/Humas UB]

 

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID