Prasetya Online

>

Berita UB

Disertasi Iwan Riswandie

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word
Dikirim oleh oky_dian pada 26 Juni 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 302

Iwan Riswandie
Iwan Riswandie
Fidusia merupakan salah satu jaminan kebendaan, dimana si penerima jaminan fidusia memiliki statuse sebagai kreditor sparatis atau kreditor preferen. Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia (LN No.168, TLN No.3889) memberikan kepastian pemberian kredit pada suatu jaminan  benda bergerak yang penguasanya ditangan debitor atau pemberi fidusia. Hal tersebut menjadi latar belakang Iwan Riswandie,S.H., M.H dalam rumusan masalahnya tentang bagaimana ratio legis eksekusi Jaminan Fidusia secara langsung terkait ketentuan Pasal 30 Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia dan bagaimana perlindungan bagi debitor yang beritikad baik dalam kredit produktif terhadap eksekusi benda jaminan fidusia terkait ketentuan pasal tersebut berbasis keadilan.

Program doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB) kembali melaksanakan ujian akhir disertasi, yang bertempat di Ruang Auditorium Gedung A FH UB pada (24/06). Ujian disertasi Iwan Riswandie yang berjudul "Perlindungan Hukum Terhadap Hak Debitur Dengan Kredit Produktif Terhadap Eksekusi Jaminan Fidusia Oleh Kreditor Berbasis Keadilan".

Ujan akhir disertasi tersebut hadiri oleh Prof. Dr. Moch Bakri, S.H. MS., (Promotor ), Dr. Sihabudin, S.H.,M.H.  (Ko-Promotor 1, Dr. Rahmat Safa'at,S.H.,M.Si(Ko-Promotor 2), Prof.Dr Abdul Rachmad Budiono  S.H., M.H (Penguji 1), Dr. Bambang Winarno S.H., M.Hum (Penguji 2), Dr. Iwan Permadi, S.H., M.Hum (Penguji 3), Prof. Dr. Suhariningsih, S.H., S.U (Penguji 4), dan Prof. Dr. Agus Yudha Hernoko,S.H., M.H. (Penguji Tamu dari Universitas Airlangga).

Diakhir disertasinya Iwan memberikan rekomendasi  adanya pembaharuan hukum pada Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia khususnya berkenaan dengan masalah kredit produktif dan konsumtif agar sektor produktif yang mempergunakan obyek jaminan fidusia untuk kegiatan produktif dapat dimaksimalkan untuk kesejateraan masyarakat, serta walaupun  pihak kreditor dalm penyaluran kredit dengan obyek jaminan fidusia adalah pihak yang lemah dan perlu dilindungi sehingga diakomodir dalam Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Obyek Jaminan Fidusia namun khusus berkaitan dengan debitor yang beritikad baik yang mempergunakan obyek jaminan tersebut secara produktif.

Dengan berakhirnya ujian disertasi tersebut, Iwan Riswandie dinyatakan lulus dan  berhak menyandang gelar Doktor Ilmu Hukum ke-399 dengan predikat A (Sangat Memuaskan).

"Selamat kami sampaikan kepada Bapak Iwan Riswandie dan selamat telah menambah jumlah doktor di Universitas Lambung Mangkurat. Semoga gelar ini dapat memacu untuk meningkatkan keilmuan, agar kedepan menjadi ilmu yanag bermanfaat," kata Sebagai perwakilan promotor, Sihabuddin. (Vida/Humas UB)

 

 

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID