Prasetya Online

>

Berita UB

Disertasi Cesarius: Temulawak Sebagai Suplemen Pasien Lupus

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh oky_dian pada 28 Juni 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 950

dr. Cesarius Singgih Wahono
dr. Cesarius Singgih Wahono
Kurkumin merupakan suatu senyawa fenol yang banyak terdapat pada tanaman kunyit (curcuma longa), temulawak (Curcuma xanthoriza), dan jahe. Kurkumin memiliki potensi sebagai imunomodulator (senyawa tertentu yang dapat meningkatkan mekanisme pertahanan tubuh).

Cesarius Singgih Wahono menjelaskan bahwa kurkumin dan vitamin D bisa menjadi sumplemen bagi penderita lupus. Dijelaskannya berdasarkan penelitian diketahui sebanyak 86 persen pasien lupus kekurangan Vitamin D.

Kurkumin dan Vitamin D bisa menjadi suplemen bagi penderita lupus.

"Harapannya dengan pemberian dua suplemen tersebut bisa mengurangi aktifitas penyakit lupus sehingga bisa menggantikan obat-obat keras untuk lupus,"katanya.

Selama ini, pasien lupus masih mengkonsumsi obat-obat keras. Dengan adanya dua suplemen tersebut dosis pemberian obat-obatan keras tersebut bisa dikurangi karena sudah membaik dengan sumplementasi Vitamin D.

Pemberian suplemen berupa Vitamin D dan Kurkumin sudah diujicobakan pada tikus dan beberapa pasien lupus.

"Tahap pemberian dosis masih dalam tahap normal dan efektifitasnya baik. Untuk pemberian dosis yang lebih tinggi perlu adanya penelitian lebih lanjut," katanya.

Dokter Cesarius Singgih Wahono menguji disertasinya dihadapan tiga tim penguji, yaitu Prof. Dr. dr. Ahmad Rujianto, SpPD, K-EMD, Prof. Dr. dr. HMS. Chandra Kusuma, SpA (K), dan Prof. Dr. dr. Harry Isbagio,SpPD,K-R,K-Ger. [Oky Dian/Humas UB]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID