Prasetya Online

>

Berita UB

Dirjen Dikti Launching Kit Diagnostik GAD65

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh oky_dian pada 24 Juni 2016 | Komentar : 0 | Dilihat : 2324

Dirjen SDI DIKTI Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D (dua dari kanan) saat meresmikan GAD65 Diagnostic Kit
Dirjen SDI DIKTI Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D (dua dari kanan) saat meresmikan GAD65 Diagnostic Kit
Dirjen Sumber Daya IPTEK DIKTI Republik Indonesia Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., PhD. melaunching KIT Diagnostik GAD65 di gedung Institut Biosains, Kamis (23/6/2016).

Dalam sambutannya Prof. Ali Ghufron mengatakan bahwa hilirisasi produk penelitian UB yang merupakan sinergi  antara Academic-Bussines-Government-Community (ABGC) merupakan mimpi yang terwujud. Hal ini karena hasil penelitian tidak hanya dipublish dalam bentuk jurnal namun lebih membawa manfaat bagi masyarakat.

"Saya menyadari bahwa untuk mempublikasikan penelitian dalam bentuk jurnal memang berat namun yang lebih berat lagi adalah bagaimana membuat hasil penelitian tersebut bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas," katanya.

Sementara itu, pada acara Grand Launching GAD65 Kit Diagnostik Direktur Biosains Institute UB, Prof. Fatchiyah, M.Kes., PhD menjelaskan Institut Biosains merupakan salah satu unit usaha akademik UB  yang berbasis pada Good Laboratory Practice (GLP) for production dan Good Manufacturing Practice (GMP), dengan mengakomodasi sinergi A-B-G-C (Academy-Business-Government-to Community). Sebagai salah satu unit enterpreneur di UB dalam menunjang misi UB menuju world class entrepreneurial university, Institut Biosains telah berhasil mengembangkan produk kit diagnostik deteksi dini diabetes mellitus berbasis GAD65, yang merupakan hasil kerjasama penelitian antara Institut Biosains dengan PT. Bio Farma (Persero) sejak 2012, yang diketuai oleh Prof. dr. Aulanni'am., drh., DESS.

Sementara itu, Rektor UB Prof. Dr. Ir. M. Bisri, MS.,berharap produk tersebut dapat mendukung kemandirian bangsa dalam pemenuhan kebutuhan alat kesehatan di masyarakat, sehingga bisa mengurangi ketergantungan dengan pihak luar.

"Saya berharap produk ini dapat mendukung program mencapai kemandirian industri alat kesehatan dengan teknologi menengah ke atas yang berbasis riset untuk pemenuhan kebutuhan nasional di tahun 2019 oleh Kemenkes RI, serta mendukung terwujudnya Indonesia sehat 2045 melalui program pengendalian penyakit menular dan tidak menular yang juga dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan RI," kata Rektor UB. [Oky Dian/Humas UB].

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID