Prasetya Online

>

Berita UB

Diresmikan, Front Office Perpustakaan UB dengan Nuansa Terkini

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh ireneparamita pada 07 Februari 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 631

Peresmian Front Office Perpustakaan Pusat UB
Peresmian Front Office Perpustakaan Pusat UB
Perkembangan zaman memang sudah sangat dirasakan oleh masyarakat. Genereasi millenial, begitu masyarakat menyebutnya, memang membutuhkan inovasi perubahan lingkungan. Salah satunya adalah cara dalam proses belajar mengajar. Maka dari itu, dengan mengikuti perkembangan zaman, Perpustakaan Universitas Brawijaya yang telah meresmikan Front Office-nya pada Selasa (06/02/2018) ingin memberikan nuansa baru dengan dekorasi desain warna dan tata letak terkini.

Turut hadir dalam peresmian, Prof. Dr. Ir. Kusmartono selaku Wakil Rektor I beserta jajarannya sebagai perwakilan Rektor Universitas Brawijaya. Selain itu turut serta Kepala Perpustakaan Pusat UB, Dr. Johan A. E. Noor, M.Sc., Ph.D beserta jajaran dan tamu undangan.

Dalam sambutannya, Johan menekankan bahwa Perpustakaan Pusat Universitas Brawijaya didesain sedemikian rupa mengikuti perkembangan zaman dengan beberapa masukan dari civitas UB khususnya mahasiswa.

"Di era yang serba digital ini, Perpustakaan harus mengikuti perkembangan zaman. Perpustakaan haruslah menjadi tempat rekreasi pembelajaran dengan desain yang kekinian sehingga pengunjung dapat nyaman belajar dan berkunjung," jelas Johan.

Bagian yang dibenahi, tambah Johan, ada Front Office, kolam, dan ruang staf di bagian belakang. Pemilihan warna pun menjadi perhatian dalam desain Perpustakaan Pusat UB. Menurut penelitian, warna dapat mempengaruhi kefokusan seseorang. Selain itu, fasilitas seperti Air Conditioner (AC) juga dipasang dan ditambah di ruang baca lantai atas.

Di sisi lain, dalam sambutannya, Kusmartono menjelaskan bukan hanya dari sisi inovasi dekorasi yang diperbarui, namun juga pelayanan harus lebih prima lagi dan sistem TIK-nya juga dikembangkan.

"Di beberapa negara maju, dapat dilihat, semua serba digital dan pakai sistem tunjuk lewat monitor dan jarang sekali ada buku, semua serba digital," tukas Kusmartono.

Terlepas dari itu, Kusmartono berusul sudah seharusnya setiap dosen membimbing para mahasiswa untuk mengunjungi Perpustakaan Pusat UB yang memiliki literasi buku lengkap.
Dengan memperoleh akreditasi A, Perpustakaan Pusat UB terus berbenah dalam segi pelayanan dan digital sehingga masyarakat dapat merasa puas dan nyaman berkunjung.

Saat ini, koleksi buku di Perpustakaan Pusat UB sudah mencapai 240.000 buku. Dalam hal layanan, Perpustakaan terus berinovasi memberikan yang terbaik, salah satunya dengan menambah hak pinjam buku bagi mahasiswa yang dinaikkan menjadi 25 buku, terbanyak di Indonesia. Rencananya, tahun depan Perpustakaan Pusat UB akan menambah koleksi audio visual, sehingga mahasiswa dapat menambah pengetahuan secara visual. [Afwega/Humas UB]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID