Prasetya Online

>

Berita UB

Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan Kunjungi Fapet UB

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh dietodita pada 29 Januari 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 270

Tim Dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Kunjungi Fapet UB
Tim Dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Kunjungi Fapet UB
Tim dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan mengunjungi Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB), Jumat (25/01/2019). Mereka adalah Drh. Kustini, M.Si (Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Magetan), Peno, S.Sos (Sekretaris Dinas), Drh. Nur Hayani (Kepala Bidang Produksi Peternakan), Ir. Wiyoto (Kepala Bidang Pengembangan Perikanan), Drh. Sidik Perwito (Plt. Kepala Bidang kesehatan Hewan), Drh. Boedi Santoso (Staf), dan Setiawan Dwi, S.Pt (Staf).
Kunjungan tersebut dalam rangka menindaklanjuti program prioritas Kabupaten Magetan yaitu pengembangan budidaya sapi perah dan kelinci menuju agrowisata dan kampung ternak. Pasalnya  Bupati Magetan menghendaki untuk mengekspos keunikan wilayah Kabupaten Magetan melalui sektor peternakan dan pariwisata. Saat ini Kabupaten Magetan memiliki 200 ekor sapi perah namun pemanfaatannya belum optimal. 
Di Kabupaten Magetan juga tersedia lahan seluas 22 hektar berbentuk terasiring yang rencananya akan ditanami hijaun pakan ternak untuk pengembangan sapi perah. Selain itu dewasa ini peternakan kelinci mulai berkembang namun angka kematian kelinci yang tinggi menjadi momok bagi para peternak.
Menanggapi perihal tersebut Prof. Suyadi selaku Dekan Fapet UB menjamu rombongan sekaligus melakukan koordinasi. Bertempat di ruang meeting dekanat lantai 8 Gd. V rapat koordinasi juga mengundang staf dosen Fapet yang terdiri dari Dr. Agus Budiarto (ahli kambing), Dr. Tri Eko Susilorini (ahli sapi perah), dan Dr. Sri Minarti (ahli kelinci).
Suyadi mengatakan untuk mewujudkan rencana pengembangan sektor peternakan guna peningkatan wisata dilakukan dengan cara mengoptimalkan aset Kabupaten Magetan, yakni  sapi perah dan kelinci. 
Ia mengusulkan untuk membangun kampung susu dan kampung kelinci, dimana peternak harus meningkatkan produksinya. Sehingga dapat diolah menjadi makanan maupun sovenir yang bernilai ekonomis.
Misalnya rumah makan yang menyajikan menu serba susu dan daging kelinci, serta toko sovenir berbahan dasar limbah sapi perah dan kelinci.
"Sebagai pakar peternakan, ahli-ahli ternak dari Fapet UB akan memberikan pendampingan kepada peternak mengenai manajemen hingga pengolahan hasil ternak sapi perah dan kelinci. Sementara poin-poin yang menitikberatkan pada sektor wisata, disarankan untuk menggandeng Dinas Pariwisata Kabupaten Magetan,"kata Suyadi. (dta/Humas UB)

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID