Prasetya Online

>

Berita UB

Dheri : si Wisudawan UB yang Inovator Sekaligus Seniman

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh Oky_dian pada 18 Maret 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 532

Dhery Maulana Akbar
Dhery Maulana Akbar
Muda dan Berprestasi. Begitulah gambaran singkat Muhammad Dheri Maulana Akbar, wisudawan UB periode IX TA 2018/2019. Dheri akan menjalani proses wisuda bersama 1000 wisudawan lain pada Sabtu (16/03/2019).

Dheri yang merupakan mahasiswa jurusan teknik elektro 2014 mengawali karirnya di bidang seni sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD)Ketika masuk ke SMP Dheri mencoba peruntungan di bidang tarik suara lewat ajang pencarian bakat seperti Indonesian Idol dan Indonesia Mencari Bakat. Meskipun perjuangannya kerap terhenti, Dheri yang juga tergabung dalam MNC Talent tidak patah semangat. Dia terus mencoba berkarya di bidang seni dengan bermain Band bersama teman-temannya SMP.

Ketika masuk SMA, Dheri mencoba peruntungan di bidang tarik suara. Kali ini dewi fortuna berpihak ke dirinya. Dia bersama 33 perwakilan dari masing-masing Provinsi di Indonesia mendapat undangan untuk menyanyi di Istana Negara.

"Saya tergabung dalam Tim Nasional paduan suara kenegaraan yang berasal dari 33 perwakilan provinsi di Indonesia diundang di istana negara untuk bernyanyi pada saat detik-detik proklamasi kemerdekaan Indonesai 17 Agustus 2013, "ujar putra terakhir pasangan kushadi dan artatik agustini ini.

Cukup membanggakan, meski terlahir dari keluarga sederhana ia bersama tim paduan suara yang dipilih dari setiap perwakilan provinsi juga diundang bernyanyi di acara sidang paripurna DPR RI."Selain itu, saya juga pernah bernyanyi di Gedung Grahadi Jawa Timur pada saat upacara kemerdekaan. Saat itu saya menyanyi solo diiringi 1000 siswa siswi paduan suara,"katanya dengan bangga.

Selain punya prestasi di bidang tarik suara, Dherry juga seorang Inovator.

Inovasiyang dibuatnya bersama teman-temannya ada yang sedang mendapat pengajuan Hak Paten, yaitu Alterkara.

Alterkara adalah metode penyembuhan kanker payudara pertama di dunia dengan menggunakan nano teknologi dari herbal complexity compounds ciplukan (physalis minima Linn) dengan Ultra Violet  laser sebagai medium pendispersinya dan lantunan quran saat dikompetisikan di MTQMN 2017.

Alat tersebut efektif menyembuhkan pasien kanker payudara stadium I dan II dengan metode VAS sebesar 68% dan metode blind methods untuk parameter nyeri sebesar 72%.  Dengan kata lain Altekara berhasil menurunkan Kanker Payudara stadium II menjadi stadium I dengan tingkat keberhasilan sebanyak 68 persen.

Inovasi tersebut memenangkan Health Common Issue Asia Pasific untuk kategory Medical Technology. Dan berhasil menyabet juara I pada LKTA MTQMN 2017.Saat ini pengajuan hak paten Altekara juga telah dilaksanakan ke dirjen HKI melalui LPPM UB 2017 lalu.

Selain membuat alat terapi kanker, Dhery bersama teman-teman dari FK juga membuat Maternal Portable Relaxation Machine  untuk meredakan nyeri skala I hingga II (low back pain)sejak masa kehamilan di usia tiga bulan sampai menjelang persailanan Maternal Portable Relaxation Machine (MP Relaxin) merupakan inovasi alat terapi non farmakologi nyeri kehamilan dan persalinan berbasis 3+1 dengan suhu, getaran, aroma terapi.

Getaran, memberikan relaksasi dan stimulus lancarnya pembuluh darah dengan rentang frekuensi 1,2,3 yg dpt diatur sesuai keinginan. Pada kisaran suhu 36-40 derajat celcius alat ini dapat melakukan relaksasi syaraf, otot, dan pembuluh darah sehingga dapat meredakan nyeri. Aromaterapi pada MP Relaxin dapat merangsang bulbol factory hidung sehingga memberikan sinyal ke hipotalamus lalu memberikan perintah kepada tubuh untuk menciptakan efek nyaman.

Dengan menggunakan blind methods, alat ini memiliki efektifitas 60% dan menggunakan Visual Analogue Scale yang memiliki efektifitas sebesar 88%. Selain meraih best inventor pada International Invention Medical Education Reserach di FK UI, MP Relaxin juga mendapat juara I pada LKTA yang diselenggarakan di ITS Surabaya.

Meskipun mempunyai segudang prestasi, pria kelahiran Sidoarjo dengan IQ 142 tersebut masih mempunyai mimpi terbesar yang ingin dia wujudkan.

Untuk kedepannya, saya ingin menguak fakta ilmiah lain dengan mengembangkan prototype di berbagai disiplin ilmu. Saat ini saya sedangkan mengembangkan perusahaan saya yang memproduksi  ekstrak herbal ciplukan untuk pengobatan kanker payudara. CV kecil yang saya miliki berlokasi di area Sukarno Hatta bernama CV. Alterkara Nanotech,katanyaDheri menambahkan, ekstrak buah ciplukan tersebut bisa diminum atau diteteskan ke water steam nano dan dipaparkan ke kanker. [Oky Dian] 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID