Prasetya Online

>

Berita UB

Deputi Kemenko Polhukam Ajak Mahasiswa UB Diskusi Tentang Tantangan ASEAN

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh oky_dian pada 02 November 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 244

Deputi II Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenkopolhukam) Republik Indonesia (RI) Dr. (HC) Lutfi Rauf, MA
Deputi II Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenkopolhukam) Republik Indonesia (RI) Dr. (HC) Lutfi Rauf, MA
Deputi II Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenkopolhukam) Republik Indonesia (RI) Dr. (HC) Lutfi Rauf, MA., mengatakan ada beberapa aspek tantangan yang harus dihadapi Indonesia, antara lain ASEAN Centrality, Laut Cina Selatan, Nuklir Semenanjung Korea, Sengketa Perbatasan, IUU Fishing, Terorisme, Keamanan Maritim, Peredaran Gelap Narkoba, hingga Kejahatan Lintas Batas.

"Dalam isu kemaritiman saja, bentuk ancamannya ada berbagai macam, yaitu terorisme maritim, isu perampokan bersenjata hingga penyelundupan manusia dan makhluk hidup lainnya," kata Lutfi dalam kuliah tamu Masyarakat Politik dan Keamanan ASEAN: Peluang dan Tantangan, di FIA UB, Selasa (30/10/2018).

Lutfi mengatakan untuk menanggulangi isu keamanan, ada beberapa hal yang dilakukan oleh ASEAN, yaitu negosiasi mekanisme ASEAN-CINA dalam mengatasi  sengketa wilayah kawasan Laut Cina, kerjasama Malaysia-Filipina-Indonesia untuk menanggulangi ancaman perampokan dan terorisme lintas batas di kawasan Laut Sulu dan Laut Sulawesi, mengadakan ASEAN Foreign Minister's Meeting untuk menanggulangi kasus terorisme dilakukan ASEAN Foreign Minister's Meeting (AMM), dan mendorong kerjasama penanganan IUU Fishing di level bilateral/ASEAN/regional.

"Pada pertemuan di Bali lalu, ASEAN merumuskan prinsip dalam politik dan kestabilan bersama antara lain menjaga stabilitas negara anggota hingga terciptanya kawasan damai, bebas, serta netral," kata mantan Duta Besar RI untuk Thailand ini.

Masyarakat Ekonomi ASEAN memiliki tujuan sebagai pasar tunggal dan basis produksi dan terciptanya kawasan ekonomi yang berdaya saing tinggi. Selain itu, terciptanya pertumbuhan ekonomi yang merata di seluruh negara anggota ASEAN dan terintegrasinya ekonomi secara global merupakan hal yang tidak dapat ditinggalkan dari tujuan.

"Mahasiswa akan melanjutkan dan menghadapi persoalan berikutnya. Manfaatkan dunia tidak ada di ujungnya ini. Tantangan yg dihadapi jauh lebih besar dan kita harus bekerja keras dalam mempersiapkannya," tutup Lutfi. [Oky Dian/Humas UB]

 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID