Prasetya Online

>

Berita UB

Deputi BUMN Apresiasi Sumur Injekasi UB di Kampung Glintung

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh oky_dian pada 14 Juli 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 545

Kunjungan Rombongan Deputi BUMN Ke UB
Kunjungan Rombongan Deputi BUMN Ke UB
Deputi Ekonomi Logistik Kawasan Pariwisata (ELKP) BUMN Edwin Hidayat Abdullah mengapresiasi penerapan sumur injeksi di kampung Glintung Malang. Edwin yang datang bersama rombongannya Kamis (13/7/2017) mengaku ingin menerapkan konsep tersebut di kawasan taman wisata candi Borobudur.

Menurutnya, bahwa konsep pembangunan sumur injeksi yang melibatkan masyarakat dan technical expertise bisa menjadi salah satu indikator keberhasilan inovasi berkelanjutan.

Menurutnya, untuk membangun kawasan wisata seperti Borobudur bukan hanya hotel-hotel nya yang dibangun tapi juga masyarakat sekitar. Ditambahkannya bahwa dalam bisnis pariwisata tidak cukup jika hanya berbicara tentang bisnis  namun juga harus membangun masyarakat sipil. Karena jika ingin mengundang orang luar ke Indonesia, maka harus mempersiapkan masyarakatnya terlebih dahulu.

 "Dari model Kampung Glintung Go Green (3G), kita berharap UB dapat turut serta dalam model pengembangan serupa yang bisa diaplikasikan di tempat lainnya. Salah satu target kami saat ini, mengatasi permasalah air di kawasan wisata Candi Borobudur. Kami termotivasi dengan Kampung Glintung yang mampu mengembangkan gerakan menabung air yang dipimpin pak Bambang Irianto, selaku ketua RW 23. Dan hal ini tidak terlepas dari peran UB yang memiliki model teknologinya,"kata Edwin.

Sementara itu, Rektor UB Prof. Bisri menambahkan bahwa komitmen masyarakat Glintung menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan sumur injeksi. Dikatakannya, jika masyarakat tidak berkomitmen maka pembangunan sumur injeksi tidak akan ada hasilnya.

"Menurut pengalaman saya ketika pernah menjadi developer suatu perumahan, pertama kali pembangunan sumur injeksi mampu mengatasi permasalah genangan air disana, namun karena tidak ada masyarakat yang peduli maka apa yang saya bangun menjadi sia-sia. Kesimpulannya, percuma kita buat teknologi, jika tidak didukung oleh masyarakat,"katanya.

Dalam pertemuan tersebut Bisri berharap konsep pembangunan sumur injeksi bisa diterapkan di kota Jakarta yang rawan banjir.

Sementara itu, keberhasilan pembangunan sumur injeksi di RW 23 Glintung akan segera diterapkan di RW V melalui program doktor mengabdi. Program tersebut akan dilakukan dibangun sel drainase. [Oky Dian/Humas UB]

 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID