Prasetya Online

>

Berita UB

Delegasi UB Ikuti Simulasi PBB di Oxford University

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh ireneparamita pada 03 Desember 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 393

Delegasi UB Ikuti Simulasi PBB di Oxford University
Delegasi UB Ikuti Simulasi PBB di Oxford University
Lima mahasiswa Hubungan Internasional FISIP Universitas Brawijaya (UB) menjadi delegasi dalam ajang Oxford International Model United Nations (OxIMUN) 2018. Mereka adalah Siti Humairoh, Billy Bintang Saputra, Nabilla Karmelia, Aris Wahyudi, dan Zenita Nuringtyas Ambarwati. Kegiatan ini digelar di Oxford University, London, selama tiga hari, Kamis-Minggu (25-28 Oktober 2018), dan diikuti oleh 800 delegasi dari universitas di seluruh dunia.

Disampaikan Ketua Delegasi Siti Humairoh, OxIMUN merupakan simulasi konferensi PBB yang secara rutin digelar oleh Oxford University. Para delegasi atau peserta akan berperan menjadi diplomat bagi suatu negara di council tertentu.

"Dalam perlombaan sekaligus conference ini, setiap delegasi diberikan sebuah isu untuk dibahas dalam sebuah Position Paper, yaitu tulisan yang berisi arah solusi yang akan kami berikan terkait isu didalam council," ujar mahasiswi angkatan 2014 ini.

Berikut masing-masing negara dan council yang diwakili oleh delegasi: Siti Humairoh mewakili Vietnam di The Economic and Social Council (ECOSOC), Billy Bintang Saputra mewakili Bolivia di Special Political and Decolonisation Committe (SPECPOL), Nabilla Karmelia mewakili Somalia di United Nations Commission on Human Rights (UNHCR), Aris Wahyudi mewakili Arab Saudi di Disarmament and International Security Committe (DISEC), dan Zenita Nuringtyas Ambarwati mewakili IRAN di UN Women.

"Di ECOSOC kami membahas Addressing The Global Opiod Crisis. Di sana kami memberikan rekomendasi dasar pendidikan yang kuat, border control yang lebih komprehensif, dan penelitian lebih lanjut terkait penggunaan opiod dalam dunia kesehatan," papar perempuan yang akrab disapa Umai ini.

Lain halnya dengan Billy sebagai delegasi SPECPOL. Ia membahas Weaponisation of Nuclear Waste. Dari isu tersebut, ia merekomendasikan untuk mendistribusikan special aid terhadap pengembangan penelitian dari limbah nuklir, dan special budget untuk menanggulangi dampak limbah nuklir terhadap korban.

Umay menuturkan, tujuan dari pembuatan position paper ini ialah untuk menguji coba kemampuan deep research, analisis, negosiasi, dan cara berpikir kritis para delegasi yang kemudian akan dinilai oleh Board of Dais (BoD) masing-masing delegasi tersebut.

Selain OxIMUN, kegiatan simulasi konferensi PBB juga kerap digelar di berbagai tempat dengan nama yang berbeda. Seperti Harvard National MUN (HNMUN), The European International MUN (TEIMUN), dan London International MUN (LIMUN). Keberangkatan delegasi ini didukung oleh UB, FISIP UB, PT INKA, PT. Ciomas Adisatwa (JAPFA), United Tractor, PT PP (Persero) Tbk. [Irene]

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID