Prasetya Online

>

Berita UB

Dekan FEB dan FMIPA Jajaki Kerjasama Universitas Indonesia dan Australia

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh denok pada 02 November 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 452

Peserta Indonesia Australia Forum on Higher Education, Research and Technology
Peserta Indonesia Australia Forum on Higher Education, Research and Technology
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Nurkholis, SE., M.Bus.(Acc)., Ak., PhD serta Dekan FMIPA Drs. Adi Susilo, PhD berkesempatan mengikuti "Indonesia Australia Forum on Higher Education, Research and Technology: Transforming Today's Challenge towards Exceptional Opportunities". Kegiatan ini diselenggarakan di Advanced Technology Centre Swinburne University Melbourne-Victoria selama tiga hari (16-18/10/2018). Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara KJRI Melbourne dan IARNA (Indonesian Academics Researcher Network Australia).

Forum ini menghadirkan 15 universitas dari Indonesia dan tujuh universitas dari Australia. Selain itu, ikut pula perwakilan dari Pemerintah Victoria yang berasal dari Department of Economic, Development, Jobs, Training and Resources serta Department of Health and Human Service. Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Director and Chief Executive Officer of the Australia-Indonesia Centre dan Atase Pendidikan Kebudayaan Indonesia di KBRI Canberra.

Forum ini membahas berbagai gagasan peluang kerjasama dan pengalaman terutama dalam tiga bidang pendidikan yakni: 1). Ilmu pengetahuan, teknologi, teknik dan matematika, 2). Hukum dan kesehatan, 3). Bisnis dan ekonomi. Selain berdiskusi, para akademisi juga berkesempatan mengunjungi fasilitas pendidikan di beberapa perguruan tinggi di Melbourne seperti 1). Factory of Future, Swinburne University, 2). Monash University Museum of Art and STARLab, serta 3). La Trobe University Bendigo Campus.

Dalam sambutannya, Konjen RI di Melbourne menyampaikan bahwa forum ini merupakan salah satu implementasi MoU antara Daerah Istimewa Yogyakarta dan Victoria. Dalam MoU tersebut dituangkan gagasan kerjasama Persahabatan dan wadah untuk mempertemukan universitas di Indonesia dan Australia untuk menjajaki peluang kolaborasi. Selain itu, sambutan juga disampaikan oleh Prof. Monica Kennedy selaku Pro Vice Chancellor (International) Swinburne University dan Ms. Ashling James selaku Manager for Policy and Market Intelligence - International Education, Department of Economic, Development, Jobs, Transport and Resources.

Pembahasan pertama adalah tentang pandangan umum terkait hubungan kerjasama Indonesia dan Australia pada berbagai Institusi Pendidikan Tinggi, serta pengalaman bekerjasama pada masa lalu dan yang sedang berjalan. Pandangan umum ini disampaikan oleh Dr. Eugene Sebastian selaku Director and Chief Executive Officer of The Australia-Indonesia Centre (AIC) serta perwakilan Konjen RI di Melbourne Spica A. Tutuhatunewa.

Dalam pandangan tersebut, para pihak menyepakati pentingnya kolaborasi penelitian antara universitas dalam mencari solusi atas permasalahan dunia. Saat ini tercatat jumlah akademisi Australia yang melaksanakan penelitian di Indonesia menduduki peringkat keenam di bawah Amerika, Jepang dan Perancis. Jumlah tersebut masih perlu ditingkatkan mengingat Indonesia adalah tetangga terdekat Australia.

Dari hasil kunjungannya ke Melbourne, Nurkholis dan Adi Susilo menyimpulkan bahwa berbagai perguruan tinggi Australia memiliki keunggulannya masing-masing yang spesifik dan berbeda-beda. Hal ini menurutnya perlu menjadi pertimbangan bagi universitas di Indonesia dalam menjajaki peluang kerjasama. Terdapat tiga level kerjasama yakni general partnership, strategic partnership, serta joint venture. Kualitas kerjasama menurutnya perlu lebih diutamakan dibanding jumlah kerjasama yang dilaksanakan.

Sejak dibentuk pertama kali pada 2014, AIC telah menjadi wadah kerjasama bagi 11 universitas di Australia dan Indonesia. Saat ini, Indonesia merupakan tujuan utama karyawisata siswa siswi Australia dan urutan kelima sebagai negara tujuan belajar penerima beasiswa termasuk beasiswa Colombo Plan. Dalam lima tahun terakhir, tren kolaborasi publikasi penelitian antara Indonesia dan Australia menunjukkan peningkatan dan diharapkan akan terus meningkat pada waktu mendatang.

Pengalaman dan peluang kerjasama di bidang STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics) dipaparkan oleh Prof. Geoffrey Brooks (Faculty of Engineering Swinburne University), Dr. Adi Susilo (Dekan FMIPA UB) dan Prof. Karen Hapgood (Executive Dean, Faculty of Science, Engineering and Built Environment Deakin University). Bentuk kerjasama bidang teknik yang potensial untuk dilaksanakan adalah workshop, joint conference, applied research, industrial courses dan joint PhD. Kolaborasi kedua negara dilakukan untuk mencari solusi permasalahan yang dihadapi seperti membantu bencana alam, mengatasi bahaya kekurangan pangan, dan perubahan iklim.

Presentasi tentang peluang dan tantangan kerjasama antara Universitas di bidang hukum dan kesehatan disampaikan oleh Prof. Tim Lindsey (Faculty of Law, Melbourne University), Dr. Jeremy Kingsley (Faculty of Law Swinburne University) dan Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, M.Si (Direktur Eksekutif Airlangga Global Engagement, Universitas Airlangga). Dalam kesempatan tersebut dipaparkan bahwa program karyawisata memiliki arti penting bagi dunia pendidikan, diantaranya memberi pengalaman bagi siswa dengan merubah cara pandang dan cara berpikir menjadi lebih komprehensif dalam memandang sebuah isu. Selain itu, program karyawisata juga berperan memperkuat people to people contact yang penting dalam hubungan kedua negara. Kerjasama dalam bentuk konsorsium juga dipandang sangat baik untuk berbagi best practice, meningkatkan reputasi serta memperkaya prespektif sebuah penelitian.

Peluang kerjasama di bidang Bisnis dan Ekonomi dipresentasikan oleh Prof. Gillian Sullivan Mort (Department of Management and Marketing La Trobe University), Prof. Edward Buckingham (Monash Business School, Monash University) dan Prof. Heri Hermansyah, ST., M.Eng (Direktur Riset dan Pengabdian masyarakat Universitas Indonesia). Potensi Social Entrepreneurship Indonesia dinilai cukup tinggi, dengan melihat kecenderungan start up company yang bermunculan. Social entrepreneurship adalah budaya wirausaha yang berupaya menjadi solusi bagi berbagai permasalahan sosial. Jiwa social entrepreneurship merupakan elemen penting pendidikan bisnis untuk memotivasi siswa agar memiliki keinginan untuk menjadi solusi bagi berbagai permasalahan sosial. Pandangan ini didukung Universitas Indonesia dengan upayanya memaksimalkan potensi social entrepreneurship melalui UKM Centre yang telah dibangun sejak 2005 dan membimbing sekitar 700 kelompok usaha kecil menengah.

Rekomendasi forum ini disampaikan oleh Associate Professor Dr. Akbar Rhamdani, Ketua IARNA yang juga Deputy Chair Dept Mechanical and Product Design Engineering Swinburne University. Kolaborasi menurutnya lebih baik difokuskan pada kebutuhan sehingga bisa memberi nilai tambah pada proyek penelitian. Keterlibatan pemerintah dan industri diperlukan dalam menjalankan kolaborasi akademis, dengan memaksimalkan skema bantuan yang telah ada seperti Bantuan Kemenristekdikti, Australian Research Council, Department of Foreign Affairs and Trade serta AUSAID. Bantuan dari pemerintah daerah juga diperlukan untuk membangun kerjasama dengan universitas di daerah terkait. Selain itu, upaya membangun hubungan dengan universitas kecil juga dinilai penting untuk menciptakan kerjasama yang unik dan strategis.

Sebagai kelanjutan dari kegiatan forum ini, diselenggarakan pertemuan antara universitas Indonesia dan Australia. Dalam kesempatan ini, Universitas Brawijaya melakukan pertemuan terpisah dengan Business School Swinburne University of Technology bersama lima perguruan tinggi yang lain yakni Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, Universitas Bina Nusantara dan Universitas Muria Kudus. Bidang kerjasama yang dibahas meliputi pengiriman mahasiswa selama satu semester untuk mepelajari kewirausahaan, penjajakan joint PhD supervision serta penjajakan the 4+0 dual degrees or 1 year abroad dan program Master online. [Nurkholis/Adi Susilo/Humas UB]

 

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID