Prasetya Online

>

Berita UB

Menko Ekuin Darmin: Alumni SMK Perlu Dibekali Sertifikasi Kompetensi

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh oky_dian pada 12 Januari 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 1389

Diskusi Tiga Menteri Dihadiri oleh Gubernur Jatim, Walikota Malang dan Bupati Malang
Diskusi Tiga Menteri Dihadiri oleh Gubernur Jatim, Walikota Malang dan Bupati Malang
Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia Darmin Nasution mengatakan perlu adanya perombakan pendidikan terutama sekolah kejuruan atau SMK. Dikatakannya bahwa banyak lulusan SMK yang saat ini masih mengikuti beberapa pelatihan kerja.

"Pada saat saya mengunjungi balai latihan kerja, sekitar 60 persen peserta berasal dari lulusan SMK sisanya adalah lulusan SMA dan lain-lain," katanya.

Dikatakan Darmin, bahwa salah satu upaya untuk membekali calon lulusan SMK di dunia kerja dengan sertifikasi kompetensi.

Darmin mencontohkan seolah-olah seperti membangun sebuah rumah. Pada tahun pertama dia punya kemampuan membangun pondasinya, pada tahun kedua sudah punya sertikat kompetensi membangun lantai satu, dan pada tahun ketiga sudah punya sertifikasi kompetensi membangun lantai dua. Jadi setelah lulus dia sudah mempunyai tiga sertifikasi kompetensi.

Dalam upaya mendapatkan sertifikasi kompetensi setiap siswa akan dibekali dengan modul pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang ingin diraihnya, contohnya modul membangun rumah.

Dia mengatakan, dengan adanya sertifikasi kompetensi, maka para lulusan SMK bisa diperhitungkan di dunia kerja. Diungkapkannya bahwa saat ini banyak yang menempuh pendidikan yang terlalu mahal dan dapat ijazah tapi belum bisa bekerja. Oleh karena itu, diperlukan adanya sertifikasi kompetensi sesuai dengan keahliannya masing-masing.

Selain itu, dengan kompetensi yang dimiliki bisa menciptakan lapangan pekerjaan.

"Sayang sekali kita tidak bisa menciptakan lapangan pekerjaan yang produktifitasnya cukup bagus terutama di bidang manufaktur," katanya.

Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian saat ini mempunyai program peningkatan kewirausahaan melalui 1.000 start up atau pelaku usaha rintisan lewat pengembangan ekonomi digital. Program ini bertujuan agar kewirausahaan mampu berdaya saing di tingkat ASEAN. Dengan jumlah start up tersebut Indonesia akan memiliki nilai bisnis mencapai US 10 miliar dollar. Sehingga akan e-Commerce lebih dari 50 persen per tahun. [Oky Dian/Humas UB]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID