Prasetya Online

>

Berita UB

Dari Rapimnas PII: Harus Siap Hadapi Revolusi 4.0

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh vicky.nurw pada 05 Juni 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 700

Peserta Rapimnas PII bersama Menteri PUPR dan Rektor UB
Peserta Rapimnas PII bersama Menteri PUPR dan Rektor UB
Menghadapi tantangan revolusi industri 4.0, para insinyur dituntut memiliki nilai lebih dalam hal profesionalitas, dan kehidupan sosial di tengah masyarakat yang terus berkembang dengan memperbaiki kualitas SDM maupun perkembangan digital.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan penting dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Persatuan Insinyur Indonesia (PII).di Gedung Widyaloka, Universitas Brawijaya pada Jumat - Sabtu (1-2/6/2018). Rapimnas kali ini mengambil tema Kesiapan Sumber Daya KeInsinyuran Memasuki Era industri 4.0.

Ketua Umum Pengurus Pusat PII, Hermanto Dardak menegaskan, insinyur bukan lagi sekadar profesi teknis, tetapi harus mampu menjawab segala tantangan kehidupan manusia, untuk memberikan solusi hidup yang lebih baik. Menghadapi tantangan yang semakin berat, tentunya insinyur diharapkan mampu mengembangkan profesi yang berkelanjutan. "Insinyur harus mampu meningkatkan kualitasnya. Membangun inovasi dan kreativitas. Serta memiliki visi kepemimpinan untuk perubahan yang lebih baik," ujar Hermanto.

Tenaga insinyur profesional, sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan perkotaan yang semakin berat, keterbatasan sumber daya, dan persoalan lingkungan. Insinyur profesional sangat dibutuhkan untuk memberikan solusi, membangun perkotaan yang nyaman, aman, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, serta memberikan nilai ekonomi masyarakatnya.

Untuk membangun insinyur yang profesional dan berkelanjutan, PII terus melakukan berbagai upaya pengembangan, bekerja sama dengan pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri. Kerja sama ini diharapkan bisa meningkatkan profesionalitas insinyur, dan menjawab tantangan persoalan di masyarakat.

Hermanto menambahkan, PII juga memberikan dukungan terhadap program pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan pemerintah. Salah satu bentuk dukungannya, adalah menyediakan tenaga insinyur profesional yang bersertifikat. Sertifikasi insinyur ini mulai dari muda, madya, utama.

Sementara Rektor UB, Prof. Dr. Ir. M. Bisri menyatakan dalam mendukung pembangunan dan peningkatan pofesionalitas insinyur, UB menjadi salah satu PTN di Indonesia yang tergabung dalam Kerjasama dalam Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPI).

Rektor Bisri selaku Ketua PII Jawa Timur ini juga berharap melalui kerjasama PSPI bisa mendapatkan generasi insinyur baru yang siap berkarir, serta berinovasi mengembangkan daya saing dan nilai tambah bagi Indonesia. "Mudah - mudahan UB bisa ikut berkontribusi untuk kedepannya", katanya.

Acara Rapimnas yang bertepatan dengan peringatan hari jadi PII yang ke 66 tahun ini dibuka secara simbolis oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono. Hadir pula Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Danis H. Sumadilaga, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII Surabaya I Ketut Darmawahana, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Fauzi Idris, dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja. [dinda/vicky/Humas UB]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID