Prasetya Online

>

Berita UB

Ciptakan Sisir Antiparasit, Sabet Medali Emas di Malaysia

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyaFT pada 15 Mei 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 373

Muhammad Husni Mubarok (Mesin ’15), Riza Aldiansyah Fanani (Mesin ’16), Galuh Purnawati (FKH ’14), Safa Aisyah (FKH ’14), dan Ridha Avicena Ila (FKH ’16)
Muhammad Husni Mubarok (Mesin ’15), Riza Aldiansyah Fanani (Mesin ’16), Galuh Purnawati (FKH ’14), Safa Aisyah (FKH ’14), dan Ridha Avicena Ila (FKH ’16)
Anjing dan kucing merupakan hewan kesayangan yang banyak diminati oleh masyarakat sebagai hewan peliharaan. Namun, terdapat beberapa masalah yang sering timbul, yaitu adanya infeksi ektoparasit. Infeksi ini juga bisa menular ke manusia.

Saat ini penanggulangan ektoparasit dilakukan dengan penggunaan bahan kimiawi (Insektisida). Efek samping dari penggunaan insektisida secara terus menerus bisa menimbulkan ruam pada kulit, iritasi, hingga keracunan. Cara penanggulangan ektoparasit lainnya yakni dengan pencabutan ektoparasit satu-persatu yang dirasa belum efektif.

Lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) yang terdiri dari Muhammad Husni Mubarok (Mesin ’15), Riza Aldiansyah Fanani (Mesin ’16), Galuh Purnawati (FKH ’14), Safa Aisyah (FKH ’14), dan Ridha Avicena Ila (FKH ’16) menawarkan solusi lain dengan menciptakan sisir antiparasit yang disebut LOVE.COM (Low Voltage and Antiparasitic Smart Comb).

Sisir ini menggunakan sengatan listrik voltase rendah dengan dikombinasikan menggunakan spray herbal antiparasit ekstrak daun mimba (Azadirachta indica) dan cairan pengharum herbal, minyak atsiri.

“Kami menggunakan listrik 15 mA (18 V in curcuit) yang dialirkan pada bagian dalam sisir dan jari jari sisir untuk memusnahkan parasit,” kata ketua tim, Husni.

Ia juga menambahkan, pada komponen sisir juga dialirkan bahan antiparasit herbal yang ditransmisikan oleh selang kecil pada bagian dalam sisir. Antiparasit herbal dan pengharum dikeluarkan melalui lubang tepi sisir dan dikontrol oleh tombol pada bagian pegangan sisir.

Penggunaan LOVE.COM dapat diterapkan secara langsung pada hewan sasaran yang terinfeksi ektoparasit. Di bawah bimbingan drh. Dahliatul Qosimah, M.Kes pengujian dilakukan dengan melihat performa alat dan efektifitas alat dalam membunuh ektoparasit.

Sinergi mahasiswa Fakultas Teknik dan Kedokteran Hewan (FKH) ini berhasil memenangkan medali emas dalam ajang World Young Inventor Exhibition 2018 yang diselenggarakan di Kuala Lumpur Convention Center, Malaysia pada 9 – 12 Mei 2018.

“Selama tiga hari mengikuti kegiatan, saya dapat banyak sekali pengalaman, ketemu sama teman-teman baru, dan juga sangat senang bisa saling bertukar ilmu dengan para peserta yang lain. Untuk kedepannya semoga alat ini dapat direalisasikan dan dapat diperjual belikan secara luas,” harap Husni. (mic/Humas UB)

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID