Prasetya Online

>

UB News

CCFS UB Gelar Seminar Teknologi di Era Post Kolonial

Print version PDF version RTF version
Submit by oky_dian on January 25, 2019 | Comment(s) : 0 | View : 667

Narasumber dan Pemateri Berfoto Bersama
Narasumber dan Pemateri Berfoto Bersama
Center for Culture and Frontier Studies Universitas Brawijaya (CCFS UB) mengadakan Seminar Internasional bertajuk"Technology and Postcoloniality: Historical and Social Studies of Technology on Southeast Asia" di Gedung Widyaloka UB, Jumat (25/1-26/1/2019).

Ketua Pelaksana Kegiatan Anton Novenanto mengatakan seminar tersebut bertujuan untuk mengembangkan riset atau kajian teknologi dari perspektif sosial humaniora yang selama ini lebih banyak dilihat dari sisi teknis.

"Tujuan akhir dari kegiatan kali ini adalah bisa menghasilkan buku yang menjadi pegangan study sosal humaniora di kawasan Asia Tenggara,"kata Anto.

Dalam Seminar tersebut beberapa pembicara yang dihadirkan antara lain Hatib Abdul Jadur dari Jurusan Antropologi UB, Hans Pols dari School for History and Philosophy of Science, University of Sydney Australia, dan Senior News Researcher, Tirto.id, Indonesia Yuti Ariani Fatimah.Hatib Abdul Jadur mengatakan bahwa teknologi merupakan sebuah media yang bisa digunakan oleh negara bahkan masyarakat untuk memproduksi informasi.

"Jadi sebenarnya teknologi itu hanyalah sebuah media penyedia informasi. Sedangkan informasi palsu atau hoax itu muncul bukan karena teknologi karena sebelum munculnya teknologi hoax sendiri sudah banyak bermunculan di masyarakat atau negara,"katanya.

Senada dengan Hatib, Anton Novenanto menambahkan bahwa pemahaman masyarakat dalam melihat teknologi harus diperluas karena teknologi tidak hanya dikaitkan dengan gadget seperti handphone tapi teknologi harus dimaknai sebagai sebuah teknik dalam melakukan sesuatu.

"Teknologi jangan hanya dilihat dari sisi ilmu science saja, namun harus dilihat bahwa teknologi itu semacam teknik atau keterampilan seseorang dalam melakukan sesuatu untuk beradaptasi dengan lingkungan,"katanya.

Sementara itu, Profesor Hans Pols, seorang penulis buku yang berasal dari The University Of Sydney menjelaskan tentang pengobatan di Indpnesia pada masa kolonialdan setelah penjajahan.

Comments

Send your comment

Use ID