Prasetya Online

>

Berita UB

Buka Puasa Bersama FILKOM UB: Ramadhan dan Nuzulul Qur'an

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh dinaoktavia pada 06 Juni 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 155

Dr. H. Uril Bahruddin, M.A
Dr. H. Uril Bahruddin, M.A
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya (FILKOM UB) menyelenggarakan buka puasa bersama sebagai salah satu rangkaian kegiatan Ramadhan di FILKOM 2018 pada Selasa (5/6/2018). Acara ini dihadiri oleh keluarga besar FILKOM termasuk dosen, tenaga kependidikan, dharma wanita beserta keluarga juga perwakilan lembaga kemahasiswaan. Selain bertujuan untuk meningkatkan rasa ukhuwah (persaudaraan) antar anggota keluarga besar FILKOM, kegiatan ini juga diselenggarakan untuk memperingati malam Nuzulul Qur’an.

Acara yang dimulai sejak pukul empat sore ini dibuka dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh dua mahasiswa FILKOM. Kemudian dilanjutkan dengan tausiyah dan ditutup dengan sholat Maghrib dan buka puasa bersama oleh seluruh undangan yang hadir.

Pada kesempatan tersebut Dr. H. Uril Bahruddin, M.A. diundang untuk hadir memberikan tausiyah dengan tema Ramadhan dan Nuzulul Qur’an. Dalam tausiyahnya Dr. H. Uril menyampaikan tiga hal penting terkait Nuzulul Qur’an. Pertama perlu dipahami bahwa Nuzulul Qur’an adalah turunnya Al Qur’an. Dimana turunnya Al Qur’an terjadi dengan dua cara, yaitu turun secara langsung 30 juz dan kemudian selanjutnya diturunkan secara berangsur-angsur sesuai kebutuhan manusia.

Jadi yang secara berangsur-angsur itu diturunkan sesuai kebutuhan manusia, untuk menjawab segala permasalahan manusia,” jelas Dr. H. Uril.

Kemudian hal penting kedua yang perlu dipahami bahwa Al Qur’an memiliki dampak yang luar biasa. Buktinya bulan Ramadhan menjadi bulan yang istimewa karena pada bulan itu Al Qur’an turun. Selain itu amalan pada malam Lailatul Qadar nilainya lebih baik dari 1000 bulan karena Allah SWT menurunkan Al Qur’an pada malam itu. Dampak besar Al Qur’an tersebut membuat kita harus memahami hal penting ketiga yaitu perlunya bagi umat muslim untuk melakukan introspeksi diri. Hal ini untuk melihat sudah sejauh mana kita menggunakan Al Qur’an sebagai pedoman hidup. Karena sejatinya segala permasalahan yang dihadapi manusia sudah diberikan solusinya dalam Al Qur’an. Hanya saja tergantung pada setiap individunya apakah mau menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup atau tidak.[*/Humas UB]

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID