Prasetya Online

>

Berita UB

Buka Bersama Keluarga Besar Fakultas Teknik UB

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyaFT pada 05 Juni 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 449

Keluarga besar Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB) kembali menggelar buka puasa dan salat maghrib berjamaah. Tak kurang 300 undangan yang meliputi segenap dekan lintas periode, pimpinan fakultas, ketua jurusan, ketua program studi, ketua unit penunjang akademik, dosen, karyawan, pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP), dan perwakilan mahasiswa di lingkungan FT-UB menghadiri acara yang dilaksanakan di Auditorium Prof. Ir. Suryono pada hari Senin, 4 Juni 2018 ini.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Juara MTQ Mahasiswa UB 2016, Firdausi Nuzula dan Fasti Surya dan dilanjutkan dengan sambutan oleh Dekan Fakultas Teknik, Dr. Ir. Pitojo Tri Juwono., MT.

“Terimakasih atas kedatangannya di acara ini, semoga langkah kaki kita selalu diridhoi oleh Allah SWT dan dapat meningkatkan silaturahim keluarga besar FTUB. Tak lupa saya berikan apresiasi kepada Ust. Khusnul Hadi, semoga tausiyah hari ini memberikan kemanfaatan dan bisa menjadi pengingat untuk selalu berusaha meningkatkan level ketaqwaan,” harapnya saat membuka kegiatan.

buber (2)
buber (2)
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada Buka Bersama tahun ini juga diberikan santunan kepada tiga panti asuhan di wilayah Malang. Ketiga Panti Asuhan ini antara lain Panti Asuhan Sunan Ampel, Panti Asuhan Sunan Kalijaga, dan Panti Asuhan Al-Kaaf Jabung Malang.

buber (1)
buber (1)
Mendekati waktu buka puasa, peserta mendapatkan tausiyah dari Ustadz Khusnul Hadi. Dalam tausyiahnya ia berpesan untuk selalu menjadikan Al-Qur’an dan Hadits sebagai pedoman hidup. Di acara yang berdekatan dengan Nuzulul Qur’an, ia juga mengingatkan bahwa di Bulan Ramadhan inilah turun Al-Qu’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan untuk membedakan antara yang haq dan yang bathil (QS. 2:185).

Dalam tausiyahnya ia menyampaikan, untuk memahami Al-Quran ada dua metode. Pertama, jika menyangkut ummul kitab, saat membahas masalah syariat, akidah, akhlaq, muammalat, ibadah fardiyah, ataupun hukum harus menggunakan pendekatan salaf karena permasalahan tersebut tidak akan berubah.

buber (4)
buber (4)
“Jika hadapi masalah-masalah itu, rujuklah ulama Salafush Shalih, tapi jika menghadapi menyangkut IPTEK, maka gunakan pendekatan khalaf, karena dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa IPTEK selalu mengalami perkembangan,” ujarnya.

Ia juga membeberkan beberapa isyarat-isyarat sains dalam Al-Qur’an, diantaranya QS. 84: 16-23, QS 33: 40, QS 67: 19, dan QS. 57: 25-26. Ia juga membuktikan bahwa Al-Qur’an benar-benar kalam Ilahi dan manusia tidak mungkin meniru meski hanya satu ayat.

buber (5)
buber (5)
“Begitu banyak hal di Al-Qur’an yang kita manusia tidak akan bisa meniru. Banyak isyarat-isyarat rahasia yang tersembunyi, misalnya sistem rantai. Misal QS 13 jumlah ayat 43, QS 43 jumlah ayat 89, QS 89 jumlah ayat 30, QS 30 jumlah ayat 60, dan QS 60 jumlah ayat 13. Ada juga sistem cermin, QS 36 jumlah ayat 83, QS 83 jumlah ayatnya juga 36, dan masih banyak lagi,” bebernya.

“Al-Qur’an tiada keraguan di dalamnya, wahyu Allah SWT yang disampaikan oleh Rasulullah SAW, dijelaskan dalam hadits. Mari kita jadikan Al-Qur’an dan hadits sebagai pegangan hidup,” tutupnya sebelum memimpin sholat maghrib berjamaah. (mic)

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID