Prasetya Online

>

Berita UB

Bedah Buku "Fiqih Penguatan Penyandang Disabilitas"

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word
Dikirim oleh oky_dian pada 11 April 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 477

Bedah Buku Fiqih Penguatan Penyandang Disabilitas
Bedah Buku Fiqih Penguatan Penyandang Disabilitas
Penyandang disabilitas di Indonesia masih dipandang kurang terfasilitasi bahkan mendapatkan perlakuan diskriminatif dan dianggap merepotkan. Kondisi tersebut berdampak pada kemampuan untuk berpartisipasi di tengah masyarakat.

Ada lima tantangan yang harus mereka hadapi ketika bergaul dengan masyarakat, yaitu pertama, problem cara pandang. Secara umum cara pandang terhadap disabilitas di dominasi oleh cara pandang mistis dan cara pandang naïf. Kedua, sikap dan perlakuan terhadap para penyandang disabilitas. Disabilitas sering kali dipandang sebagai aib atau bahkan kutukan. Sehingga masyarakat cenderung memperlakukan mereka dengan salah.

Ketiga, keterbatasan layanan publik yang ramah disabilitas seperti akses dalam layanan pendidikan dan kesehatan.

Keempat, keterbatasan peluang kerja bagi penyandang disabilitas. Diskriminasi kepada penyandang disabilitas di dunia kerja terlihat dengan kurangnya perhatian pemerintah dalam upaya membantu penyandang disabilitas mendapatkan pekerjaan. Banyak masyarakat memiliki pandangan bahwa penyandang disabilitas tidak dapat bekerja dan hanya bergantung kepada orang lain.

Dan kelima adalah hambatan pelaksanaan kewajiban keagamaan. Hambatan kalangan disabilitas dalam melaksanakan hak-hak keagamaan nyaris tidak pernah mendapat perhatian baik dari pemerintah maupun agamawan.

Lima tantangan tersebut melatar belakangi penulisan buku "Fiqih Penguatan Penyandang Disabilitas" yang ditulis oleh Pusat Studi Layanan Disabilitas (PSLD-UB) bersama Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PBNU serta Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M). Buku tersebut merupakan hasil pencanangan Program Islam Inklusif yang telah dilakukan 2 tahun  lalu.

Acara bedah buku ini diadakan Selasa (9/4/2019) di Ruang Sidang Lantai 8 Gedung Rektorat Universitas Brawijaya. Hadir sebagai pembicara yaitu peneliti dan dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Pradana Boy, PhD,; Muhaimin dari IAIN Jember; Perwakilan dari Pengurus Anshor Pusat; dan salah satu mahasiswi disabilitas rungu UB selaku responden isi buku. Acara tersebut juga dihadiri oleh Perwakilan Organisasi Islam Kemasyarakatan, Organisasi Penyandang Disabilitas, tokoh masyarakat dan aktivis sosial yang fokus pada isu disabilitas.

"Harapannya buku ini nanti dapat diimplementasikan secara nyata untuk mewujudkan tempat-tempat ibadah khususnya umat islam, seperti masjid dan musholla yang dapat diakses oleh penyandang disabilitas, selain itu diharapkan adanya pesantren dan madrasah yang ramah terhadap isu difabel,"kata Ketua Program Islam Inklusif Wahyu Widodo. (Kirana/Vika/Humas UB)

 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID