Basic Science International Conference 2018

Dikirim oleh ronnysetiantoko pada 13 Maret 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 529

BASIC 2018 dibuka Dekan FMIPA
BASIC 2018 dibuka Dekan FMIPA
Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahunan Universitas Brawijaya (FMIPA - UB) menyelengarakan The 8th Basic Science International Conference (BaSIC) 2018. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari (06-07/03/2018) ini diikuti kurang lebih 450 peserta.

Kegiatan yang berlangsung di Ijen Suites Hotel Resort and Convetion ini dibuka secara langsung oleh Dekan FMIPA Drs. Adi Susilo, M.Si., Ph.D serta menghadirkan beberapa pembicara baik dari luar negeri maupun dalam negeri.

Pembicara yang hadir diantaranya adalah Prof. Mikio Nishizawa, M.D., Ph.D., dari Ritsumeikan University (Jepang), Prof. James R. Ketudat-Cairns, Ph.D dari Suranaree University of Technology (Thailand), Prof. Senthil Natesan, Ph.D dari Center of Innovation, Agricultural College and Research Institute, Madurai, Tamil Nadu Agricultural University (India), Prof. Kostas Konstantinou dari National Central University (Taiwan) serta Setia Pramana, Ph.D dari Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (Indonesia).

Ketua Pelaksana BaSIC 2018 Yoga D. Jatmiko
Ketua Pelaksana BaSIC 2018 Yoga D. Jatmiko
Ditemui PRASETYA, Ketua Pelaksana BaSIC 2018 Yoga D. Jatmiko, S.Si., M. App.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa BaSIC adalah kegiatan rutin tahunan dari FMIPA yang diselenggarakan secara bergilir pada setiap jurusan di FMIPA. Tahun ini penyelenggaranya adalah dari jurusan Biologi dengan mengangkat tema "Convergence of Basic Science, Towards the World Subtainability Challenges". Maksudnya supaya Basic Science itu sebagai ilmu dasar yang akan memberikan dampak atau implikasi ke ilmu terapan. Makanya ada covergence yang artinya adalah gabungan dari ilmu basic tadi, sehingga terciptalah suatu ilmu baru contohnya yang sekarang ada adalah Geoinformatika, Statistik, Social Engineering dan sebagainya," jelas Yoga.

Ditambahkan Yoga, kegiatan ini diharapkan bisa menghasilkan kolaborasi dan kerja sama lintas disiplin ilmu dari sisi Basic Science meliputi biologi, kimia, fisika dan matematika untuk menyelesaikan permasalahan global seperti sustainable development. [ronny/Humas UB]

 

 

Artikel terkait