Prasetya Online

>

Berita UB

Bahas Masalah Bidang Kemahasiswaan, UPN Veteran Yogyakarta Studi Banding ke UB

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh zenefale pada 14 Maret 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 558

WR III UB Prof Dr Drs Abdul Hakim MS bersama dengan jajaran kemahasiswaan UPN Veteran
WR III UB Prof Dr Drs Abdul Hakim MS bersama dengan jajaran kemahasiswaan UPN Veteran
Saat ini Universitas Brawijaya (UB) tidak serta merta hanya menciptakan mahasiswa yang berkompetensi di bidang akademik saja, namun juga ikut mengarahkan kemampuan non akademik mereka untuk mencapai prestasi khususnya di bidang kemahasiswaan. Pandangan ini memang tidak bisa terlepas dari realita sekarang, mengingat kemampuan soft skill, pengembangan kepribadian hingga komunikasi menjadi bekal mahasiswa menghadapi dunia kerja. Karena masih banyak mahasiswa yang terjun di dunia kerja ternyata tidak sesuai dengan program studi yang mereka tempuh di pergururan tinggi. Hal ini diungkapkan Wakil Rektor III Prof Dr Drs Abdul Hakim Msi saat menerima kunjungan kemahasiswaan dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, Rabu (13/3).

Dr Ir Singgih Saptono MT selaku WR III UPN Veteran Yogyakarta mengungkapkan jika saat ini UPN Veteran sedang membangun program kemahasiswaan yang sesuai. Menurutnya dalam empat tahun terakhir, nilai kemahasiswaan UPN Veteran masih sangat rendah dalam pemeringkatan Perguruan Tinggi."Kami mendapat amanat dari Rektor untuk segera meningkatkan poin kemahasiswaan di lingkungan perguruan tinggi. Memang tidaklah mudah dan butuh waktu lama untuk melakukan proses tersebut, karena disparasi antara kami dengan perguruan tinggi yang lain cukup jauh. Maka dari itulah kita membutuhkan role-model sebagai acuan dasar untuk menaikkan prestasi kemahasiswaan. Mulai dari pembinaan PKM, program kewirausahaan hingga pengelolaan prestasi mahasiswa," ungkapnya.

UB sendiri telah membentuk sistem mekanisme kerja bidang kemahasiswaan melalui beberapa metode yang diawasi langsung oleh Wakil Dekan III selaku ketua pelaksana, Mulai dari pembinaan kemahasiswaan, seleksi di tingkat universitas, monitoring dan evaluasi internal, hingga karantina dan pengarahan kepada mahasiswanya. UB juga memberikan kesempatan kepada mahasiswanya untuk mengikuti kegiatan non akademik melalui UKM. Dengan banyaknya jumlah UKM yang dimiliki tentunya biaya yang dibutuhkan juga tidaklah sedikit. Maka dari itulah UB juga banyak menjalin relasi dengan berbagai macam instansi atau perusahaan untuk menjadi sponsor.

Selain itu fakultas juga turut berperan dalam memfasilitasi mahasiswa yang terjun di aktivitas non akademik, khususnya ketika mereka mengikuti perlombaan skala nasional hingga internasional. Dalam pelaksanaanya, kebijakan masing-masing fakultas berbeda-beda antara satu dengan yang lain. Mulai dari pemerian dispensasi jadwal kuliah, bimbingan internal, capaian poin dalam kegiatan yang diikuti, hingga pembebasan skripsi. "Universitas akan memberikan dispensasi belajar kepada mahasiswa, jika mereka memiliki kegiatan di luar kampus khususnya ketika mahasiswa melakukan penelitian hingga kompetisi non-akademik. Selain itu, kita juga sedang menyusun sistem data prestasi mahasiswa yang terintegrasi berbasis IT," ujar Prof Hakim.

Prof Hakim juga menambahkan, jika UB saat ini ditargetkan harus memiliki 500 mahasiswa kewirausahaan oleh Kemenristekdikti. Jumlah tersebut menurutnya cukup besar, sehingga cakupannya tidak bisa seluruhnya dikelola oleh universitas. Maka dari itu fakultas diharapkan untuk berkontribusi mengalokasikan dana untuk membentuk kelompok mahassiswa kewirausahaan secara mandiri atau melakukan kerjasama business plan melalui CSR.  [indra]

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID