BKKBN, UB, dan Portsmouth University Bahas Populasi dan Kesehatan

Dikirim oleh oky_dian pada 08 November 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 1580

Konferensi Internasional BKKBN dihadiri kepala daerah, Rektor UB dan perwakilan University of Portsmouth
Konferensi Internasional BKKBN dihadiri kepala daerah, Rektor UB dan perwakilan University of Portsmouth
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Universitas Brawijaya, dan Portsmouth University mengadakan Konferensi Internasional Bertema Populasi dan Kesehatan di Singhasari Resort Batu selama dua hari (8-9/10/2018).

Sekretaris Utama BKKBN Nofrijal di Malang, Kamis mengatakan kerja sama itu dilakukan dalam kegiatan Konferensi Internasional Asia Tenggara dengan tema Populasi dan Kesehatan untuk menjalin jaringan dan kerja sama dengan akademisi dari perguruan tinggi.

"Kami di BKKBN mempunyai lembaga penelitian di bidang kependudukan dan kesejahteraan. Di Lembaga tersebut ada sekitar 20-30 peneliti. Kerja sama dengan perguruan tinggi ini untuk memberikan upgrade penelitian dan input bagi setiap kebijakan yang akan kami ambil nantinya," katanya.

Ia berharap, kehadiran Universitas Brawijaya dan University of Portsmouth bisa memperkuat struktur dan personil dalam meningkatkan kualitas penelitian.

Kepala BKKBN RI Dr Sigit Priohutomo, MPH mengatakan tugas utama BKKBN adalah mengelola populasi yang dikhawatirkan bisa menimbulkan kesenjangan dalam pendistribusian ekonomi antara kota dan desa.

"Permasalahan populasi di Indonesia adalah masalah kualitas dan kuantitas dan yang sering adalah masalah migrasi atau mobilitas. Kita tahu banyak orang desa pergi ke kota demi perekonomian menjadi lebih baik," katanya. banyak orang pintar dan berkualitas pindah ke kota, sehingga kota menghadapi populasi yang pekat dan desa kosong. "Masih lebih bagus jika distribusi perekonomiannya menjadi lancar. Hal ini masih menjadi satu beban bagi kami dalam me-manage mobilisasi," katanya.

Sigit mengatakan salah satu upaya yang dilakukan saat ini untuk mengendalikan jumlah penduduk adalah dengan memberikan kesempatan yang lebih baik bagi perempuan di bidang pendidikan dan pekerjaan terutama dalam mengurangi kemiskinan sosial.

Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf yang hadir dalam konferensi itu mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga berupaya menekan jumlah penduduk antara lain menerapkan program dua anak cukup, meningkatkan pembangunan fasilitas dan pelayanan kesehatan, pemerataan fasilitas pendidikan di seluruh daerah, dan meningkatkan pendapat ekonomi sehingga diharapkan mampu melahirkan generasi yang berkualitas.

Sementara itu, Dekan Faculty of Science University of Portsmouth, Sherria Hoskins mengatakan Konferensi Internasional Asia Tenggara sebagai ajang pertama pertemuan internasional dalam skala regional yang diselenggarakan Universitas Brawijaya, Malang dan University of Portsmouth, Inggris.

Konferensi regional ini didukung oleh Badan Nasional Kependudukan dan Keluarga Berencana Indonesia (BKKBN) sebagai salah satu sponsor utama, bersama dengan Universitas Brawijaya, University of Portsmouth, serta British Council. 

"Konferensi ini sekaligus menjadi ajang pendekatan multidispliner dan tidak akan berjalan tanpa adanya bantuan stakeholder pemerintah dan pembuat keputusan, serta para profesional," katanya. [Oky Dian /Humas UB]