Prasetya Online

>

Berita UB

BIW-UB Bersinergi dengan Pemerintah Kembangkan Kewirausahaan di Jatim

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh ireneparamita pada 16 November 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 842

FGD Peran Inkubator Bisnis Teknologi Perguruan Tinggi dalam Transformasi Teknologi di Jatim
FGD Peran Inkubator Bisnis Teknologi Perguruan Tinggi dalam Transformasi Teknologi di Jatim
Badan Inkubator Wirausaha Universitas Brawijaya (BIW-UB) adakan Focus Group Discussion, Selasa (14/11/2017). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka penguatan kelembagaan bagi BIW-UB maupun start up company di bawah bimbingan BIW-UB. Acara yang digelar di Ruang Jamuan, Gedung Rektorat lantai enam ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Timur, Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu, Direktur Utama Badan Usaha Akademik UB Prof. Gugus Irianto, SE, MSA., Ph.D.Ak., dan Dr. Hadi K. Purwadaria dari Divisi Internasional Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Ketua Panitia Dr. Setyono Yudo T, MS menyampaikan, melalui FGD ini diharapkan tenant berbasis teknologi binaan BIW-UB dapat bersinergi dengan pemerintah untuk menghilirisasi teknologi-teknologi yang sudah siap sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat.

Hal ini sejalan dengan tugas pokok Balitbang yaitu memajukan penelitian dan pengembangan inovasi teknologi. "Untuk pengembangan inovasi teknologi saat ini antusian masyarakat sangat tinggi. Kami juga akan mengadakan Gebyar Teknologi untuk support masyarakat dalam menciptakan inovasi baru," kata Kepala Balitbang Provinsi Jawa Timur Dr. Ardo Sahak, SE., MM. Sama halnya dengan Balitbang, Disperindang juga memiliki program pengembangan IKM Primer untuk mewadahi berkembangnya kewirausahaan di Jawa Timur.

Sementara itu, Dr. Hadi K. Purwadaria menuturkan, FGD ini sangat penting bagi BIW-UB untuk mendapatkan dukungan dari pimpinan UB dan pemerintah daerah. "Semoga dengan adanya kerjasama ini, BIW-UB dapat berkembang menjadi inkubator yang menghasilkan banyak start up company yang akhirnya menjadi perusahaan yang mandiri dan tangguh," ujar perwakilan Kemenristekdikti yang sudah membantu program penguatan kelembagaan Inkubator Bisnis di UB selama satu tahun ini.

Di akhir acara, Rektor UB Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS menyampaikan, kegiatan yang disponsori Kemenristekdikti ini sangat penting baik untuk penguatan kelembagaan BIW maupun bagi UB dalam persiapan menuju PTNBH. Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, BIW-UB akan membuat MoA dengan pemerintah provinsi untuk melakukan kerjasama dalam mengembangkan kewirausahaan di Jawa Timur.

Saat ini BIW-UB telah menempati gedung baru (dulu Fakultas Kedokteran Hewan). Gedung ini menyediakan ruangan produksi bagi start up company resident yang akan berproduksi setiap hari. Hal ini sesuai dengan karakteristik Inkubator Bisnis, yaitu menyediakan ruangan kantor, peralatan penunjang, layanan administrasi dan layanan operasional bisnis lainnya. [Irene]

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID