Prasetya Online

>

Berita UB

Aplikasi IB Semen Cair Untuk Pelestarian Sapi Kuantan di Provinsi Riau

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh dietodita pada 10 Agustus 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 540

Hilirisasi hasil penelitian IB Fapet ke Dinas Peternakan Provinsi Riau
Hilirisasi hasil penelitian IB Fapet ke Dinas Peternakan Provinsi Riau
Sapi kuantan merupakan salah satu bangsa sapi lokal yang dibudidayakan secara semi ekstensif di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kuantan, Riau. Menurut data Dinas Peternakan Riau populasi sapi kuantan pada tahun 2012 telah ditetapkan sebagai rumpun. Namun saat ini jumlahnya tinggal sedikit sehingga perlu perhatian khusus.

Oleh sebab itu tim pusat studi ternak pedaging Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB) melakukan hilirisasi hasil penelitian berupa Inseminasi Buatan (IB) menggunakan semen cair (Liquid semen), di Dinas Peternakan Provinsi Riau. Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari, (5/8-7/08/2018) ini dilakukan oleh Prof. Trinil Susilawati,  Dr. Kuswati, Dr. Tri Eko Susilorini serta mahasiswa Magister Fapet UB, Nisaus Solikhah, S.Pt.

Kegiatan diawali dengan sinkronisasi program peningkatan mutu genetik melalui IB. Prof. Trinil selaku ketua tim mengatakan proses IB di Indonesia menggunakan semen beku. Namun produksi semen beku dirasa kurang efisien sebab tidak semua pejantan unggul menghasilkan spermatozoa yang dapat dibekukan. Selain itu, pembekuan semen mengakibatkan kematian spermatozoa yang mengalami kerusakan membran. Usai proses pembekuan semen harus disimpan di dalam Nitrogen (N2) cair, sedangkan di sebagian besar luar Pulau Jawa, N2 cair tidak tersedia.

Ia menjelaskan salah satu alasan penggunaan semen cair kareba lokasi sapi kuantan di daerah yang terpencar serta suhu panas menyebabkan nitrogen cair cepat habis.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan transfer teknologi pada staf Dinas Peternakan mengenai prosesing penyimpanan semen cair di UPT Inseminasi Buatan Ternak Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau. Serta penyusunan dokumen untuk pengajuan Standard Nasional Indonesia pada Sapi Kuantan. [Nien/dta/Humas UB] 

 

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID