Prasetya Online

>

Berita UB

Angkat Ide Digitalisasi Koperasi untuk Petani, Mahasiswa UB Raih Juara 2 Diskusi Ilmiah

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh ireneparamita pada 22 Mei 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 659

Aisyatus Syarifah Hanum dan Adinda Faustinasari
Aisyatus Syarifah Hanum dan Adinda Faustinasari
Mahasiswa Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP-UB) meraih juara dua Diskusi Ilmiah Sub Tema Bidang Ekonomi dalam acara Pertemuan Sela Nasional Mahasiswa Hubungan Internasional se-Indonesia (PSNMHII) ke-30 di Universitas Lampung. Mereka adalah Adinda Faustinasari dan Aisyatus Syarifah Hanum.

Pada kompetisi yang berlangsung pada Rabu (2/5/2018), mereka berhasil mempertahankan  karya tulis mereka yang berjudul "Pemanfaatan Peluang dan Tantangan di Era Digital dengan Digitalisasi Koperasi Pertanian Guna Menyokong Perekonomian Indonesia".

Disampaikan Aisyatus, sebenarnya saat ini sudah ada koperasi digital yang diluncurkan MASTEL Indonesia bernama Digicoop, hanya saja masih bersifat luas. "Di sini kami melakukan inovasi digitalisasi koperasi untuk pertanian, yaitu koperasi simpan pinjam yang memberikan fasilitas berupa pemberian smartphone karya anak bangsa untuk para petani," ujarnya.

Mahasiswi angkatan 2017 ini menjelaskan, koperasi digital membutuhkan koperasi konvensional terlebih dahulu. "Kami menghimpun koperasi konvensional per kecamatan beserta komoditas apa saja yang dimilikinya. Setiap anggota yang tergabung memiliki kewajiban membayar kas dan hak berupa pembagian SHU. Uang kas ini berguna untuk membantu petani dalam memberikan tambahan modal dalam pembelian barang-barang produksi seperti pupuk dan bibit," paparnya.

Apabila mampu membayar uang kas pokok dan wajib, maka para petani akan mendapatkan smartphone karya anak bangsa dimana di dalam smartphone tersebut dilengkapi dengan fitur yang dapat memudahkan para petani untuk lebih mandiri dalam hal produktivitasnya. Namun sebelum para petani mendapatkan smartphone tersebut, para petani terlebih dahulu disosialisasikan bagaimana cara menggunakan smartphone.

"Dalam aplikasi tersebut petani dapat melihat seberapa banyak komoditas yang diberikan yang telah dibeli oleh konsumen, juga ada pemberitahuan cuaca dan iklim yang dapat berdampak bagi produksi komoditi, mengetahui harga pasaran di beberapa wilayah dengan internet sehingga mengetahui permintaan konsumen dalam menentukan harga permintaan, serta grup chat untuk para petani yang tergabung sebagai anggota, dimana mereka dapat mengingkatkan komunikasi antar para petani dan saling memberikan informasi terkait bagaimana mengefektifkan produksi," terang Adinda.

Dari beberapa kriteria penilaian yang terdiri dari format penulisan, orisinalitas ide dan argumentasi, relevansi substansi, penyampaian materi, dan penyampaian substansi jawaban pada saat sesi tanya jawab, delegasi UB ini berhak mendapatkan juara 2. Sementara itu Juara pertama diraih oleh President University, dan juara ketiga diraih Universitas Gadjah Mada. [Irene] 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID