Prasetya Online

>

Berita UB

Alat Pendeteksi Bencana Alam Kembali Raih Penghargaan Internasional

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyaFT pada 25 September 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 623

WhatsApp Image 2018-09-23 at 18.26.11
WhatsApp Image 2018-09-23 at 18.26.11
Alat pendeteksi potensi bencana alam berbasis android karya mahasiswa Teknik Elektro Universitas Brawijaya (TE-UB), DESFOLA atau Disaster Detection System of Forest Fire and Landslide kembali memperoleh penghargaan dari kompetisi inovasi internasional.

Kali ini Tim DESFOLA yang digawangi oleh Rizka Sisna Riyanti dan Bagas Priyo Hadi Wibowo dengan bimbingan dosen Eka Maulana, ST., MT., M.Eng berhasil memperoleh penghargaan medali emas di kompetisi The 5th International Young Inventors Awards (IYIA) 2018 yang diselenggarakan di Inna Grand Bali Beach Sanur, Bali, Indonesia, 19 – 22 September 2018.

Kompetisi IYIA 2018 yang diselenggarakan oleh asosiasi pemenang kompetisi penelitian atau inovasi nasional dan internasional INNOPA (Indonesian Invention and Innovation Promotion Association) ini diikuti oleh 15 Negara.Sebut saja Indonesia, Thailand, Malaysia, Filipina, Jepang, Korea Selatan, Rusia, dan Taiwan. Tidak kurang dari 317 inovasi dari peserta dalam dan luar negeri dipamerkan dalam kompetisi tersebut.

“Kami bangga bisa mengikuti jejak kesuksesan dari senior-senior kami,” kata perwakilan tim Rizka Sisna Riyanti.
Seperti telah diberitakan sebelumnya, DESFOLA adalah sebuah teknologi pendeteksi potensi bencana berbasis android guna mengurangi dampak akibat kebakaran hutan dan tanah longsor.

DESFOLA dirancang dengan hanya dua bagian utama yaitu bagian sensor dan bagian server. Bagian sensor diletakkan di beberapa bagian hutan dan bagian server akan diletakkan di pemukiman warga yang memiliki koneksi internet. DESFOLA menggunakan sistem pengiriman point to point untuk memaksimalkan kinerjanya.

“Data yang dideteksi oleh bagian sensor akan ditampilkan di aplikasi android secara realtime. Saat potensi bencana meningkat, alat akan menampilkan warning sehingga masyarakat bisa lebih waspada dan menanggulanginya lebih dini,” ujar Bagas.

Sebelumnya, Inovasi ini berhasil memperoleh Silver Medal pada ajang International Research Innovation, Invention, and Solution Exposition (IRIISE) 2018 yang bertempat di University of Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia pada tanggal 14-16 Agustus 2018. (and/mic/Humas UB)

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID