Prasetya Online

>

Berita UB

Ajak Mahasiswa Pahami Perbankan Syariah Melalui IB Goes to Campus

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh vicky.nurw pada 27 Maret 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 1276

IB Goes To Campus
IB Goes To Campus
Dalam rangka memberikan pemahaman mengenai perbankan syariah dan pengimplementasiannya dalam kehidupan sehari - hari, Fakultas Ekonomi Bisnis, Universitas Brawijaya (FEB UB) menggelar IB Goes to Campus. Kegiatan yang diselenggarakan di Aula Gedung F Lantai 7 FEB UB ini mengusung tema "Serunya Berbank Syariah".

Kegiatan IB Goes to Campus merupakan rangkaian kegiatan IB Vaganza yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pusat yang tidak hanya dilaksanakan di Kota Malang. Ada pula kegiatan IB Goes to School, dan IB Goes to Community yang diadakan di berbagai kota di Indonesia. Kegiatan ini dihadiri sebanyak 195 peserta ini dibuka dan disambut baik oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FEB UB, Dr. Moh. Khusaini, SE., M.Si., MA.

"Saat ini ekonomi syariah sangat berkembang, perbankan juga harus mengikutinya, kita harus menjadi pelopor dalam pembangunan ekonomi syariah.  Kami di FEB UB sudah memiliki prodi Ekonomi Islam dan saya lihat ketertarikan mahasiswa dalam mengembangkan konsep Ekonomi Islam dan mengimplementasikannya di kehidupan sehari - hari sangat besar, kami sangat mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan ini." Ujar Dr. Moh Khusaini dalam sambutannya pada Rabu (21/03/2018)

Hadir sebagai pembicara Aprilia Ratna Palupi selaku Kepala Bagian Department Perbankan Syariah), Dwi Poedji Widodo selaku Branch Manager Bank Muamalat Indonesia Malang, dan Bayu Arie Fianto selaku Presidium Nasional FoSSEI 2006 - 2007)

Dalam penyampaiannya, Aprilia Ratna Palupi membahas OJK dan Kebijakan Perbankan Syariah di Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa OJK memiliki 7 arah kebijakan pengembangan perbankan syariah Indonesia, yaitu memperkuat sinergi kebijakan antara otoritas dengan pemerintah dan stakeholder lainnya, memperkuat permodalan dan skala usaha serta memperbaiki efisiensi dengan program kerja, memperbaiki struktur dana, memperbaiki kualitas layanan dan keragaman produk, memperbaiki kuantitas dan kualitas SDM dan TI serta infrastruktur lainnya. Selain itu juga meningkatkan literasi dan preferensi masyarakat, serta memperkuat harmonisasi pengaturan dan pengawasan.

Sementara Dwi Poedji Widodo membahas pengenalan produk dan jasa perbankan syariah. Dwi Poedji menjelaskan produk perbankan syariah terdiri dari produk pembiayaan, produk pendanaan, dan produk jasa. Produk pembiayaan terbagi dalam 3 kategori, yaitu ditujukan untuk memiliki barang dilakukan dengan prinsip jual beli, untuk mendapatkan jasa dilakukan dengan prinsip sewa, dan untuk usaha kerja sama dengan prinsip bagi hasil. 

Untuk produk pendanaan menerapkan prinsip wadi'ah dan mudharabah dalam prinsip operasional syariahnya dan produk jasa terdiri dari Sharf (Jual beli valuta asing) serta Ijarah (Sewa).

Sedangkan Bayu Arie Fianto membahas peran mahasiswa dalam meningkatkan pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia. Ia memaparkan bahwa mahasiswa harus turut menginisiasi terbentuknya prodi Ekonomi Islam atau Perbankan Syariah, melakukan penelitian dan kegiatan-kegiatan ilmiah tentang perbankan syariah. Ikut berperan serta dalam pengembangan bank syariah di Indonesia serta melakukan sosialisasi dan pengenalan perbankan syariah di lingkungan kampus. [Dinda/vicky/Humas UB]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID