Prasetya Online

>

Berita UB

Adharul Muttaqin: Data dan Publikasi Merupakan Substansi Webometrics

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh denok pada 04 Agustus 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 753

Adharul Muttaqin, ST, MT
Adharul Muttaqin, ST, MT
Dua kunci utama yang secara substansial mempengaruhi posisi Universitas Brawijaya (UB) di pemeringkatan internasional adalah perbaikan data serta peningkatan riset dan publikasi dosen. Hal ini disampaikan Adharul Muttaqin, ST, MT di ruang kerjanya Jum'at (4/08/2017), merespon pemeringkatan internasional yang dirilis Webometrics dan 4ICU.

Dua pemeringkatan tersebut, menurut Adharul memiliki karakteristik dan parameter penilaian yang berbeda. 4ICU lebih menekankan pada popularitas melalui web traffic. Sementara Webometrics dengan empat parameter yakni presence (5%), impact (10%), openness (50%) dan excellence (35%) mengindikasikan pula kualitas perguruan tinggi.

Data dan publikasi, kata dosen Teknik Elektro tersebut berpengaruh pada dua parameter yakni openness dan excellence. "Dua parameter ini yang menjadi kendala pemeringkatan internasional Webometrics," ujarnya. Dalam pemeringkatan Webometrics, semua perguruan tinggi Indonesia memiliki tren menurun rankingnya. UB yang posisinya berada pada urutan 1333 pada Juli 2016, setahun kemudian turun menjadi 1873. Begitu juga dengan Universitas Indonesia yang selalu bertengger di posisi teratas, turun dari 724 menjadi 955. Pada Juli 2017 ini, posisi UB untuk openness ada di urutan 2515 sementara excellence ada di urutan 3232. IPB yang bertengger di ranking empat, memiliki posisi openness pada urutan 2039 sementara excellence pada 2523.

Dua parameter penilaian pada Webometrics tersebut diambil dari jumlah paper yang terindeks di Scimago, Scopus serta sitasi dari Google Scholar. "Perbaikan ranking openness dan excellence ini menyentuh ranah substansi akademis," kata Adharul. Untuk melakukan perbaikan, Adharul menyarankan agar dosen pada setiap fakultas memiliki profil di Google Scholar dan memiliki ID (identity) di Scopus. Google Scholar dan Scopus menurutnya menjadi indikator paling mudah untuk mengukur kinerja dosen. "Mana yang produktif dan mana yang tidak produktif. Dosen yang tidak memiliki ID di Scopus berarti yang bersangkutan belum pernah terlibat di publikasi internasional baik sebagai penulis satu, dua maupun tiga," Ketua Bidang Pemeringkatan Internasional PJM UB ini menambahkan. [Denok/Humas UB]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID