Prasetya Online

>

Berita UB

ATP Jatikerto Sambut Peserta Konsorsium Internasional

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh ireneparamita pada 19 September 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 451

Kunjungan delegasi The 4th UCGF ke ATP Jatikrto UB
Kunjungan delegasi The 4th UCGF ke ATP Jatikrto UB
Sebagai lanjutan dari rangkaian acara The 4th University Consortium Graduate Forum (UCGF) 2018 SEARCA SEAMEO, Rabu (19/9/2018), para peserta diajak berkunjung ke laboratorium lapang milik Universitas Brawijaya (UB), yaitu di Agro Techno Park (ATP) Jatikerto. Sebanyak 50 peserta dari berbagai universitas, diantaranya Institut Pertanian Bogor, Universitas Gadjah Mada, Universiti Putra Malaysia, Kasetsart University Thailand, University of the Philippines Los Banos, dan UB mengikuti kunjungan lapang pada laboratorium yang terletak pada ketinggian 400 mdpl ini.

Kedatangan peserta disambut oleh Prof.  Ir. Sumeru Ashari, M.Agr.Sc, PhD selaku Direktur ATP Cangar dan Jatikerto UB. Dalam sambutannya, ia menjelaskan seluk beluk ATP Jatikerto.

"Selain bertani, kami juga memiliki peternakan sapi, kambing, hingga ayam," jelasnya. Dalam bercocok tanam, tambahnya, pihak ATP tidak menggunakan pestisida sebagai pembasmi hama, namun dilakukan secara alami sehingga buah dan sayur tidak terkontaminasi zat kimia.

Lebih lanjut Ia sampaikan, produk ATP dijual di berbagai wilayah pasar dan Depo UB. ATP Jatikerto sendiri dengan udara hangat, menekankan teknologi pengembangan untuk komoditas pertanian dataran rendah dan komoditas tropis. "ATP Jatikerto memang tidak hanya khusus untuk mahasiswa FP saja, namun mahasiswa dari Fakultas Peternakan dan Fakultas Kedokteran Hewan juga dapat melakukan praktikum ataupun penelitian di sana," papar Guru Besar Fakultas Pertanian ini.

Setelahnya, para peserta diajak berkeliling ATP Jatikerto dengan melihat tanaman yang dibudidaya pada green house dan kunjungan ke Seed Bank yang baru diresmikan 12 April 2018 lalu. Tempat tersebut dibuat sejalan dengan pengembangan benih dan membantu program Menteri Pertanian Indonesia sebagai proklamasi tahun benih di 2018 ini.

"Kami akan memproduksi benih dengan tanaman semusim dan buah-buahan. Kami akan mendaftarkannya sehingga dapat dijual dan diterima oleh masyarakat," tukas Prof. Sumeru.

Pada kesempatan yang sama pula, peserta disuguhi makanan khas Jatikerto, salah satunya Singkong (Cassava). Peserta yang terdiri dari mahasiswa S2 dan S3 tersebut terlihat antusias dengan Agro Techno Park UB dan berencana  akan melakukan penelitian disana. Seperti salah satu peserta dari Universiti Putra Malaysia, Saiful Maskan yang mengapresiasi adanya ATP UB sebagai pusat pembelajaran yang baik dan bagus kepada masyarakat Indonesia.

"Semoga UPM akan menghantar pengalaman ke sini dan juga bisa sebagai bentuk penelitian yang nantinya dijalankan," pungkasnya. [Afwega/Irene/Humas UB]

 

 

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID