Prasetya Online

>

Berita UB

5 Prinsip Titik Temu Ideologi Feminis dan Maskulin

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh vicky.nurw pada 11 April 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 426

Faridatus Sholihah dalam Konferensi Internasional Islam Nusantara
Faridatus Sholihah dalam Konferensi Internasional Islam Nusantara
Faridatus Sholihah, mahasiswi Program Magister Kajian Wanita Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, berkesempatan menjadi penyaji dalam ajang Konferensi Internasional, pada Kamis (28-29/04/2018). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Universitas Islam Malang (UNISMA).

Dengan mengangkat judul Islam Nusantara: Melting the Feminist Sisterhood and Masculinity Belief into National Integrity. Faridatus menyampaikan Islam Nusantara hadir dengan membawa lima prinsip dasar yang digunakan untuk mensinergikan titik temu antara ideologi feminis dan ideologi maskulin. "Ada lima prinsip dasar, diantaranya Tidak ada diskriminasi, menghormati Hak Asasi Manusia, Rohmatan Lil Alamin, merawat kearifan budaya lokal, dan mengamalkan Pancasila," ujarnya.

Semua manusia, tambah Faridatus, harus menyadari bahwa kunci dari integritas nasional adalah saling memahami dan menghargai. Dua hal tersebut, imbuhnya, adalah pondasi utama dari lima prinsip Islam Nusantara. "Islam Nusantara merupakan asset nilai negara yang harus dikembangkan sebagai instrumen pemersatu bangsa, terutama dalam bidang keberagaman ideologi gender," terangnya.

Konferensi ini merupakan upaya UNISMA dalam peningkatan kualitas publikasi ilmiah terutama dalam bidang kajian keagamaan dengan mengambil tema Islam Nusantara, Integritas Nasional dan Perdamaian Dunia. Melalui judul Islam Nusantara: Mensinergikan Spirit Persaudaraan Feminis dan Ideologi Maskulin ke dalam Persatuan Nasional, konferensi ini menghadirkan pembicara dari Indonesia dan mancanegara, diantaranya Prof. Dr. Azyumardi Azra, CBE. (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta); Prof. Dr. KH. Tolhah Hasan (UNISMA); Dr. Adam Bin H. Jait (Brunei Darussalam); Prof. Dr. KH. Said Agil Siradj, M.A (Ketua Umum PBNU); Dr. H. Abdullah Sagran (Timor Leste); Mrs. Ursula, Mc.Lackland (Secretary General of Universal Peace Federation Asia).

Konferensi dihadiri kurang lebih 750 partisipan dari seluruh Rektor Universitas Nahdlatul Ulama se-Indonesia dan mahasiswa berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia, Brunei Darussalam, dan Timor Leste. Dari 750 partisipan, 40 orang diantaranya adalah presenter yang membawakan hasil penelitian dalam paper di sesi presentasi paralel. Konferensi ini bertujuan untuk diperolehnya konsep yang semakin matang dan mendalam mengenai Islam Nusantara, selain itu juga bertujuan untuk berbagi pengalaman dan ilmu mengenai konsep dan praktik hidup beragama di Timor Leste dan Brunai Darussalam. [pps ub/vicky/Humas UB]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID