Prasetya Online

>

Berita UB

4 PT Gandeng UB Tingkatkan Jaminan Mutu

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh vicky.nurw pada 15 Mei 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 90

Rektor saat mempresentasikan tentang Pusat Jaminan Mutu UB
Rektor saat mempresentasikan tentang Pusat Jaminan Mutu UB
Empat Perguruan Tinggi (PT) tengah menjalin kerjasama dengan Universitas Brawijaya (UB) guna peningkatan mutu kampus. Keempat Perguruan Tinggi tersebut diantaranya PT Asuhan di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan satu PTS di Jawa Timur yaitu Universitas Qamarul Huda Badaruddin Bagu (UNIQHBA) Lombok Tengah, Politeknik Medica Farma Husada (MFH) Mataram, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) 45 Mataram dan Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang.

Penandatanganan nota kerjasama ini dilakukan pada Selasa (8/5/2018) di Ruang kerja Rektor, dan dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS serta pihak terkait. Keempat Perguruan Tinggi (PT) Asuh tersebut termasuk dalam kluster empat, dan salah satu perguruan tinggi berada di wilayah tertinggal. Kerjasama ini merupakan tindak lanjut dari anugerah lima perguruan tinggi terbaik dalam menjalankan Program Asuh PT Unggul 2017 yang diselenggarakan Kemenristekdikti melalui Direktorat Penjaminan Mutu Belmawa.

Selain penandatanganan, acara diisi oleh presentasi Rektor UB tentang standar jaminan mutu Perguruan Tinggi. Dijelaskan oleh Prof. Bisri, perbaikan manajemen yang baik merupakan peningkatan mutu dari suatu universitas. 

Praktik yang akan dilaksanakan pada Program PT Asuh UB tahun 2018 ini masih sama dengan program tahun 2017 yang diterapkan pada tiga PT Asuh UB terdahulu, yaitu didasarkan pada akar masalah masing-masing PT Asuh. Untuk itu, terdapat empat kegiatan yang diusulkan untuk peningkatan kapasitas pengelolaan PT Asuhan menuju Good University Governance (GUG), penguatan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) PT Asuhan dan Program Studinya, peningkatan kapasitas PT Asuhan dalam Sistem Audit Internal Mutu (AIM) dan peningkatan kapasitas institusi untuk memperbaiki kinerja dalam memenuhi standar akreditasi BAN-PT.

"Indikator kinerja utama yang diharapkan adalah adanya unit penjaminan mutu yang fungsional, tersusun dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang telah diujicobakan dan siap diterapkan sesuai siklus peningkatan starndar melalui PPEPP pada program studi di PT Asuh," jelas Bisri.

Ia menambahkan dengan menerapkan SPMI melalui proses Penetapan Standar, Pelaksanaan standar, Evaluasi standar, Pengendalian Standar, dan Peningkatan standar (PPEPP) dapat dilaksanakan dengan baik,maka akan tercapai prinsip Kaizen atau terjadi Peningkatan Kualitas yang berkelanjutan (Continuous Quality Improvement). "Kami akan melatih PT Asuh untuk melengkapi dan meningkatkan Pusat Jaminan Mutu (PJM). Sehingga nantinya mereka dapat melakukan sistem PJM Internal sendiri," imbuhnya.

Di penghujung tahun 2018, diharapkan adanya unit penjaminan mutu yang fungsional, tersusun dokumen SPMI yang telah diujicobakan dan siap diterapkan sesuai siklus PPEPP pada prodi di PT Asuhan, adanya partisipasi dalam pengisian data implementasi SPMI PT Asuhan melalui laman Pemetaan Implementasi SPMI, dan tersedianya dokumen hasil evaluasi program pengasuhan penjaminan mutu dan rekomendasi tindak lanjut.[afwega/vicky]

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID