Prasetya Online

>

Berita UB

11 Mahasiswa UB Dapat Bantuan Modal Hingga Rp. 25 juta

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word
Dikirim oleh humas3 pada 28 Maret 2013 | Komentar : 0 | Dilihat : 6715

Tim GKN UB
Tim GKN UB
Sebanyak sebelas mahasiswa Universitas Brawijaya dinyatakan lolos seleksi  Gerakan Kewirausahaan Nasional 2013 yang diselenggarakan Kementerian Koperasi dan UKM. Masing-masing dari mereka mendapatkan bantuan modal usaha antara Rp. 7 juta sampai Rp. 25 juta.

Penerima modal usaha itu yakni Moh. Nurul Huda (FMIPA- Rp. 25 juta), Athika Dyah Margani (FTP-Rp. 24 juta), Abdul Majid (Fapet-Rp. 21 juta), Hamidatus Salamah (Fapet-Rp. 20 juta), Ponco Cahya Adi (Fapet-Rp. 17 juta), Latif Mahfudi (Fapet-Rp. 17 juta), M.Riezal Taufiq (FPIK-Rp. 17 juta), Fani Bekti Pertiwi (FTP-Rp. 10 juta), M.Agung Puji Saputro (FTP-Rp. 10 juta), Ludya Wahtu P (FK-Rp. 10 juta), Erlin Fitrianti (FPIK-Rp. 7 juta). Mereka dinyatakan lolos setelah mengikuti lomba selama tiga hari, Sabtu-SEnin (16-18/3), di Gelora Bung Karno, Jakarta.

Menurut Agung, salah satu penerima bantuan modal, dana akan diberikan dua minggu setelah pemberkasan selesai. Mahasiswa asal Gresik ini mengakui untuk pemberkasan, mereka kesulitan memenuhi NPWP. "Untuk dapat NPWP kita harus pulang ke daerah masing-masing," ujarnya. Sehingga pemberkasan yang awalnya harus terkumpul tanggal 28 Maret diundur satu minggu kemudian.

Cincau Herbal

Agung yang saat ini duduk di semester 6 mengajukan produk Cincau Herbal. Minuman cincau yang banyak di Kota Malang adalah Cincau Mochaccino. Agung menyajikan olahan cincaunya dengan ekstrak mengkudu, sehingga ia menamainya Cincau Herbal.

Mengkudu, buah yang rasanya pahit dan sering digunakan sebagai obat anti kanker maupun jantung ini diekstrak sehingga hilang rasa pahitnya. Ekstrak inilah yang disajikan bersama cincau dan dihargai Rp. 5 ribu tiap gelas. Untuk mendapatkan ekstrak mengkudu ia bekerjasama dengan rekannya di daerah Wagir.

Sebelum mendapat modal dari GKN, Agung sudah mengembangkan produknya dengan uang pribadi. Selain berjualan dari bazaar, Ia juga pernah berjualan saat Malam Tahun Baru di Alun-Alun Kota Malang. Penjualan di malam tahun baru itu menjadi penjualan terbanyaknya yakni 100 gelas dalam semalam.

"Keuntungannya sampai dua kali lipat," tuturnya menjawab laba yang ia raih.

Ia berharap dengan dana dari GKN, usahanya lebih berkembang. Sesuai yang disampaikannya di proposal, ia akan mencari tempat yang tetap dan pegawai. Bahkan ia berencana mengembangkan Cincau Herbal menjadi uasaha waralaba.[siti] 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID