Badan Riset FISIP Terbitkan Buku, Bahas Media Sosial Saat Pandemi

Lembaga Semi Otonom Mahasiswa yang bergerak dalam bidang riset, Baris (Badan Riset) FISIP UB menerbitkan buku yang membahas tentang penggunaan sosial media saat pandemi. Buku yang dibuat pada tahun 2021 ini diberi judul “Suaka Digital, Adaptasi Berbagai Sudut Kehidupan Masyarakat di Era Pandemi Covid-19”.

Ketua Umum Baris FISIP, Herfinka Riandwi Hapsari Budiono mengungkapkan buku ini membahas mengenai pemanfaatan media sosial selama masa pandemi Covid-19.

“Kami melihat bahwasannya di masa pandemi ini penggunaan media sosial semakin masif. Oleh karena itu, kami merasa perlunya menuangkan gagasan serta pemikiran teman-teman BARIS melalui tulisan-tulisan yang pada akhirnya kami bukukan,” ucapnya kepada Humas FISIP, Jumat (25/2/2022).

Buku ini adalah kedua kalinya bagi Baris FISIP setelah pada tahun 2020 lalu pernah menerbitkan buku dengan judul “SDG’s In Social and Political Science Analysis”. Herfinka menganggap dengan diterbitkannya buku ini, Baris berupaya untuk mengembangkan kemampuan kepenulisan serta penalaran dari teman-teman.

“Berangkat dari hal tersebut, kami menciptakan program kerja tahunan yang memiliki output menerbitkan buku tersebut. Sehingga, sejalan dengan tujuan kami, menerbitkan buku dapat dikatakan sebagai bukti tercapainya apa yang kami cita-citakan,” tuturnya.

Baris FISIP saat menyerahkan buku kepada Wakil Dekan 3 FISIP Dr Bambang Dwi Prasetyo. (Foto: Humas FISIP)

Sebagai wujud simbolik, buku yang sudah memiliki ISBN ini sudah diserahkan kepada Wakil Dekan 3 FISIP, Dr Bambang Dwi Prasetyo. Dosen Ilmu Komunikasi ini sangat mengapresiasi atas produksi buku yang telah dilakukan LSO Baris.

“Ini hal yang akan terus kembangkan terutama di kemahasiswaan karena karya mahasiswa dalam bentuk buku menjadi rekognisi capaian di kemahasiswaan,” ucapnya.

Bambang Dwi salut dengan proses yang dilakukan LSO Baris sebab buku yang diproduksi murni adalah tulisan para mahasiswa. Jika ada dosen yang terlibat hanya bersifat membimbing.

“Tentu hal hal seperti ini sangat positif sehingga kami berharap LSO lain atau BEM juga memproduksi hal serupa (buku) tiap akhir kepengurusan. Buku yang punya ISBN, jika harus ada HAKI maka akan kami bantu prosesnya,” sambungnya.

Dia berharap selanjutnya organisasi mahasiswa yang lain juga terpacu dengan produksi buku ini. Sebab bagi Bambang, pemanfaatan buku lebih lama daripada sekedar lisan.

“Kalau dibukukan akan menghasilkan efek jangka panjang. Tentu semoga hal seperti ini konsisten dan produknya makin banyak,” pungkasnya. (Humas FISIP)