Atasi Banjir, Pemkot Malang Gandeng Fakultas Teknik UB Susun Masterplan Drainase

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus berupaya menyelesaikan permasalahan banjir dan genangan yang kerap terjadi di sejumlah wilayah saat hujan deras. Salah satunya dengan menggandeng para akademisi dari Fakultas Teknik (FT) Universitas Brawijaya (UB) untuk menyusun masterplan drainase Kota Malang.

Masterplan sangat penting sebagai fondasi penanganan isu strategis banjir dan genangan yang diharapkan terintegrasi dengan rencana pembangunan daerah, rencana tata ruang, dan rencana sektoral terkait kebencanaan, adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dan lain-lain.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas PUPRPKP Kota Malang Ir. Diah Ayu Kusumadewi, MT saat berdialog dengan jajaran pimpinan dan tim ahli di Ruang Rapat lantai 3 gedung Dekanat FT UB pada hari Kamis, 14 April 2022.

“Masterplan drainase ini (nanti) akan jadi acuan betul, kitabnya, kita bergeraknya bagaimana. kita ingin menyelesaikan tidak per titik, tapi seluruh sistem,” ungkap Diah.

Perempuan yang diamanahi sebagai Kepala DPUPRPKP sejak Juli 2021 tersebut menambahkan, bahwa pertumbuhan jumlah penduduk dan aktivitas di Kota Malang yang tidak berubah luasannya membawa konsekuensi kebutuhan ruang terbangun dan segala dampaknya.

Hal itu sangat berpengaruh pada kondisi drainase bersama sejumlah faktor lain, seperti dimensi saluran eksisting yang kurang memadai, drainase yang belum sepenuhnya terintegrasi satu sistem, pengaruh perubahan iklim yang memicu curah hujan ekstrim, hingga kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Diah yang juga pernah menjabat Ketua Dharma Wanita Persatuan FTUB Periode 2014-2017 dan 2017-2021 ini menambahkan, langkah-langkah jangka pendek terus dilakukan seperti pembersihan saluran oleh satgas drainase tingkat kota dan kecamatan, sudetan-sudetan, perencanaan bozem dan lain-lain. Namun demikian langkah komprehensif dibutuhkan demi efektivitas kinerja sistem drainase Kota Malang.

Maka dari itu, kata dia, masterplan drainase yang akan disusun diharapkan dapat menginventarisasi seluruh saluran dan jaringan, mengevaluasi kapasitas dan karakteristik saluran eksisting, memetakan rencana daerah aliran drainase (DAD), dan merencanakan pengembangan saluran drainase sampai kedalaman peta spasial 1:2.000.

Selain itu, juga meliputi desain operasi dan pemeliharaan setiap ruas serta indikasi program dan estimasi biaya per tahun menuju target zero genangan 2028.

Sementara itu, Dekan FT UB Prof. Ir. Hadi Suyono, ST., MT., Ph.D IPU., ASEAN Eng menyambut baik inisiatif kerja sama yang digagas Pemkot Malang, sebagai sebuah bentuk keterbukaan untuk melibatkan aset intelektual perguruan tinggi dalam pembangunan.

“Lewat kerja sama ini, kami berharap bisa memberikan kontribusi nyata untuk turut memecahkan permasalahan perkotaan di Kota Malang, khususnya drainase,” terangnya.

Tim ahli yang akan diterjunkan mengawal proses penyusunan masterplan drainase meliputi berbagai keahlian. Di antaranya ahli sipil, ahli pengairan, hingga ahli penataan ruang yang dimiliki FT UB.

“Kalau ada banjir-banjir langsung ke Pak Runi (T.Pengairan), kalau ada jalan berlubang-lubang ke Pak Ludfi (T.Sipil/Ketua Departemen Profes Keinsinyuran), kalau ada masalah tentang bangunan gedung ke Pak Eko (T.Sipil), dan jika rumah pemukiman bisa ke Pak Nyoman (PWK), nanti desainnya bisa ke Bu Lisa (Arsitektur),” tutup Dekan sambil memperkenalkan beberapa pakar yang juga Kepala Departemen di lingkungan FTUB.

Dalam momen diskusi tersebut, turut dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) perencanaan drainase antara Pemkot Malang dengan FT UB. Masterplan drainase ditargetkan rampung dalam delapan bulan, sehingga dapat segera dimanfaatkan untuk menghadirkan solusi komprehensif yang bisa dirasakan masyarakat.