Angkat Fenomena Medsos, Mahasiswa FISIP Juara Kompetisi Menulis Tingkat Nasional

Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP , Jesica Maranatha Virgin kembali menoreh prestasi. Kali ini Jessica berhasil mendapat Juara 2 dari Lomba Cipta Opini, Puisi, dan Cerpen Tingkat Nasional Tahun 2023 yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Malang untuk lomba menulis opini.

Uniknya, mahasiswi angkatan 2020 tersebut mengaku bahwa gagasan yang ia bawa dalam tulisannya berangkat dari apa yang sedang viral di media sosial Tiktok akhir-akhir ini, melalui lagu Tak Segampang Itu dari penyanyi Anggi Marito.

“Intro tulisanku pakai lirik lagu Tak Segampang Itu kan, setelah itu baru dijelaskan kelebihan dan kekurangan dari media sosial itu apa aja, terus ada studi kasusnya, dan ada juga tips dan trik bagaimana sih supaya kita sebagai mahasiswa itu bisa tetap berprestasi di era media sosial seperti saat ini,” terang Jesica, Senin (14/8/2023)

Berkompetisi di tingkat nasional, Jesica juga mengatakan dalam perlombaan ini dia melawan cukup banyak kompetitor dari berbagai perguruan tinggi. Selain dari Universitas Negeri Malang, lawannya juga datang dari Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Universitas Muhammadiyah Malang, dan kampus lainnya.

“Kalau yang juara satu itu dari Universitas Pendidikan Ganesha Bali, terus yang kedua itu aku, baru yang juara ketiga dan empat itu dari Universitas Negeri Malang,” ujarnya.

Meski begitu, Jesica mengaku bahwa perlombaan ini menjadi penandanya untuk berani keluar dari zona nyaman. Di dalam prosesnya, ia juga sempat merasakan kurang percaya diri dan tulisannya tiba-tiba berhenti di tengah jalan, walau akhirnya tulisan itu juga bisa selesai sesuai ketentuan waktu.

“Selama ini aku gak pernah ikutan kompetisi menulis ataupun kompetisi di luar duta/pageant. Menurutku ini juga pengalaman yang gak mudah, karena aku sebenarnya tipikal orang yang lebih suka ngomong daripada menulis,” tambah Jesica.

Jesica juga memberikan beberapa tips untuk mahasiswa lainnya yang turut ingin menoreh prestasi. Pertama dengan membentuk skala prioritas, menggunakan aplikasi pengatur jadwal, berani untuk keluar dari zona nyaman, sampai yang terpenting adalah mengenal kapasitas diri dan mengutamakan istirahat yang cukup. (Humas FISIP/OKY/Humas UB)