Dalam menghadapi COVID-19, Mahasiswa UB Ciptakan Alerta Untuk Fortifikasi Pangan

ALERTA (Apple Peel Wastes Dryer Using Electro-osotic Dewatering System and Ultrasound)

Malang terkenal dengan produksi apel yang didominasi Apel Manalagi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Malang, jumlah apel tahun 2019 mencapai 140.617.300 kg. Pada umumnya, apel hanya dikonsumsi langsung atau diolah menjadi keripik apel, sementara industri keripik apel menghasil 2 ton kulit apel dan bonggolnya per hari dan hanya terbuang sia-sia sehingga mencemari lingkungan atau menjadi pakan ternak.

Padahal, kulit apel mengandung quercetin yang dapat menghambat pertumbuhan virus SARS-CoV-2 dengan mengikat 3Cl-Protease yang berperan dalam aktivitas proteolitik virus ini. Selain itu, quercetin juga dapat berfungsi sebagai antioksidan, antikanker, antijamur, antiinflamasi, antimikroba, proteksi kardiovaskuler, dan antivirus.

Namun, quercetin memiliki stabilitas yang rendah, sehingga kualitasnya akan menurun apabila diolah dengan suhu tinggi seperti oven. Sehingga diperlukan mesin pengeringan yang efektif dalam menjaga kadar quercetin pada limbah kulit apel Manalagi sebagai fortifikasi pangan kaya quercetin.

Oleh karena itu, Verianti Liana bersama keempat rekannya Putu Yunita Seliyanti, Fidiawati, Della Angelina dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP-UB) dan Muhammad Mahdi Firdausi dari Fakultas Teknik (FT-UB) menginovasikan prototype ALERTA di bawah bimbingan Joko Prasetyo, STP, M.Si.

Tim ALERTA

ALERTA (Apple Peel Wastes Dryer Using Electro-osotic Dewatering System and Ultrasound) merupakan prototype mesin pengering utama limbah kulit apel Manalagi menjadi fortifikasi pangan dengan sistem electroosmotic dewatering (tanpa menggunakan suhu tinggi) yang diinovasikan dengan gelombang ultrasonik untuk mempercepat pengeringan bubur kulit apel sehingga dapat menjaga kadar quercetin.

Adapun, pengeringan sisa kadar air dilanjutkan dalam waktu yang singkat dengan tray dryer hingga menjadi bubuk kulit apel Manalagi sebagai fortifikasi pangan yang bermanfaat bagi kesehatan serta meningkatkan imunitas tubuh dalam menghadapi COVID-19.

Ide ini telah mendapatkan bantuan dana dari Tanoto Student Research Award (TSRA) bidang Karsa Cipta. Verianti Liana dan rekan timnya berharap agar ALERTA dapat menjadi solusi untuk  merealisasikan SDGs poin ke-12 (Responsible Consumption and Production), meningkatkan added value untuk limbah kulit apel Manalagi, serta berperan dalam peningkatan kekebalan tubuh konsumen selama pandemik COVID-19 ini. [Alerta/Humas UB]