AIRings, Inovasi Penjernih Udara Berteknologi Ozon, Raih Juara II PLN ICE

Peningkatan kesadaran akan kebutuhan udara yang bersih menjadi inspirasi bagi sekelompok mahasiswa Universitas Brawijaya. Kelompok ini membuat alat penjernih udara yang dilengkapi dengan pembunuh virus, bernama AIRings, alat sterilisasi yang dapat digunakan di tempat tertutup maupun sarana transportasi publik. Alat ini dapat membantu mengurangi penyebaran virus Covid-19 di dalam ruang tertutup, dengan dilemahkan saat masih berada di udara.

Ihza Aulia Rahman, Abdul Mudjib Sulaiman, Charis Maulana, dan Shafina Rifdhayanti Zein, yang dibimbing oleh Eka Maulana, S.T., M.T dari Fakultas Teknik ini menggabungkan teknologi filtrasi udara yang dilengkapi sinar UV dan ozon untuk menghasilkan udara yang bersih dan bebas virus. “Fokus pembuatan alat ini pada mulanya untuk digunakan di sekolah. Karena kegiatan pembelajaran tatap muka sudah di mulai, dan masih ada kekhawatiran orang tua akan tertular Covid-19, AIRings dapat mengurangi penyebaran virus”, jelas Ihza.

AIRings merupakan kombinasi dari HEPA filter yang digunakan sebagai penjernih udara di kabin pesawat. Selain HEPA filter, alat ini juga menggunakan lampu UV-C yang dapat mematikan virus.

“AIRings juga dilengkapi dengan alat yang dapat memecah oksigen menjadi ozon. Penggunaan ozon dapat menghancurkan virus serta mengakibatkan kerusakan pada DNA dan RNA. Seperti saat kita mencuci tangan, karena sabun sifatnya oksidatif, jika dilakukan dengan benar, penggunaan sabun dapat memecah protein selubung pada virus, dengan begitu, virus juga akan mati”, ujar Mudjib.

Pemberian ozon dalam bentuk kabut, dengan metode plasma tegangan tinggi dapat mengurangi aktivitas virus. Meski begitu, imbuh Mudjib, penggunaan ozon harus diawasi. “Alat ini dilengkapi penggunaan sensor yang akan mendeteksi jika ozon yang keluar melebihi standar aman. Karena jika melebihi batas justru akan menyebabkan masalah kesehatan bagi penggunanya”, papar mahasiswa Jurusan Elektro ini.

Kombinasi plasma ozon dan sinar UV-C pada AIRings mampu memecah RNA dan DNA. “Salah satu anjuran dari Kementerian Kesehatan saat awal pandemi Covid-19 adalah rutin berjemur, karena sinar UV dapat membantu mengurangi virus tersebut”, imbuh Mudjib.

Secara komersil, AIRings dibanderol dengan harga di bawah harga jual alat sejenis. Kisaran harga jual AIRings antara 2 hingga 3 juta rupiah per unit. Lebih murah dibanding alat sejenis yang berada di pasaran. Alat ini mampu menghisap udara dengan rentang masing-masing 14 meter ke kanan dan ke kiri, tanpa perlu menghitung jumlah orang di dalam ruangan tersebut.

Proses kerjanya sama seperti air purifier umumnya, alat ini bisa langsung mengeluarkan ozon. Selain digunakan pada sekolah, AIRings juga dapat dimanfaatkan pada hunian dan bus. Bedanya, AIRings yang digunakan pada bus berukuran lebih kecil.

AIRings memanfaatkan penggunaan Internet of Things yang dapat dikendalikan secara jarak jauh, tanpa ada batas ppenggunaan. Keterasediaan fitur IoT membuat alat ini memudahkan pengguna untuk mendapatkan udara yang bersih dan sehat

Inovasi ini berhasil meraih predikat Juara II PLN ICE, sebuah rangkaian kegiatan dalam rangka Hari Listrik Nasional. Dalam ajang ini, tim AIRings berhasil memperoleh pendanaan untuk merampungkan penelitian dan uji tahap akhir, setelah bersaing dengan 400 tim inventor se-Indonesia. (VQ)