2ND ICAVETS FKH Satukan Mahasiswa dari Berbagai Negara Asia

Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Aulanni’am, drh., DES Saat Membuka Acara

Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya (FKH UB) kembali menyelenggarakan 2nd International Conference on Animal Science and Veterinary Medicine (ICAVETS) tahun 2021 secara virtual. Mengusung tema “Student Innovation on One Health for Human, Animal, and Environmental Post-Pandemic COVID-19 Life Recovery” untuk menyadarkan masyarakat khususnya akan pentingnya konsep one health yang multisectoral, bahwa kesehatan manusia tidak lepas dari kesehatan hewan, dan lingkungan secara bersama.

Ketua Pelaksana Kegiatan drh. Sruti Listra Adrenalin, M.Sc menjelaskan konsep one health sangat dibutuhkan di Indonesia.

“Melalui konferensi ini, diharapkan mahasiswa memiliki berbagai inovasi mengenai konsep one health yang dihubungakan dengan kehidupan pasca-pandemi COVID-19,”katanya.

drh. Sruti Listra Adrenalin menambahkan kegiatan ini bertujuan untuk dapat meningkatkan kualitas kegiatan Tri Dharma Perguruan tinggi, serta sebagai salah satu upaya mewujudkan Visi Misi Fakultas Kedokteran Hewan dalam upaya menyelenggarakan pendidikan yang bermutu dengan mengacu pada standar internasional untuk menghasilkan lulusan yang professional.

“Kegiatan ini juga memfasilitasi potensi yang dimiliki mahasiswa untuk mengkaji, mengembangkan gagasan, menerapkan ilmu dan teknologi memberikan solusi akan dampak pasca Pandemi,”kata dekan FKH UB yaitu, drh. Dyah Ayu OAP., M.Biotech.

Seluruh kegiatan konferensi dilaksanakan pada 23 September 2021 secara daring menggunakan platform zoom meeting.

Kegiatan dibuka secara langsung oleh Wakil Rektor I Bidang Pendidikan UB yaitu, Prof. Dr. drh. Aulanni’am, DES.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari acara Dies Natalis FKH UB ke 13 yang diikuti oleh 544 orang peserta Indonesia, Nepal, Bangladesh, Srilanka, Pakistan, Filipina, Vietnam, Malaysia, Jepang, dan Thailand. Mengundang 4 orang pembicara luar biasa yaitu, Dr. Julio Cesar Aguirre Ramireza DVM., BSc, ACC ISAE dari Faculted de Medicina Veterinaria- Unireminton University, Medellin , Colombia yang membawakan topik Veterinary Forensics for Animal Violence Case Resolution and Law Enforcement.

Disusul dengan pembicara ke dua yaitu, Prof. Masahiro Okumura, DVM., PhD., DJCVS dari Laboratory of Veterinary Surgery – Faculty of Veterinary Medicine, Hokkaido University, Jepang yang memaparkan terkait Drugs modifying pathophysiology for Control Osteoarthritis Disease: what should we do?. Selanjutnya adalah dosen FKH UB yang turut hadir sebagai pembicara yaitu, Siska Aditya, Ph.D yang mempresentasikan terkait Nutrition-Health Metabolic Disorder.

Karena kegiatan ICAVETS diperuntukkan bagi kalangan mahasiswa maka FKH mengundang salah satu mahasiswa terbaik yaitu Elfahra Casanza Amalda, S.KH yang berkesempatan untuk membagikan pengalamannya dengan topik Contribution of Veterinary Student Innovation to Enhance Research in Veterinary’s Scope: How can we solve the problems?.

Pada 2nd ICAVETS 2021 terdapat 5 tim yang berhasil melaku ke final “Paper Competition” untuk melakukan presentasi karya mereka. Vũ Phạm Anh Thư dan tim dari Faculty of Animal Science and Veterinary Medicine, Nong Lam University, Ho Chi Minh, Vietnam telah berhasil meraih juara pertama dengan mengusung judul paper AdoptDontShop: A website proposal to help control stray dogs and cats in Ho Chi Minh city after Covid 19 lockdown.

Disusul dengan Nabilla Azaria Hutomo dan tim dari Universitas Wijaya Kusuma meraih predikat juara ke dua dengan judul paper COVID-19 Prevention Through a Modern Wayang Show for Kindergarteners and Elementary Schoolers.

Sedangkan juara ke tiga berhasil dimenangkan oleh perwakilan jepang yaitu Miyako Suzuki dan tim dari Nihon University, Tottori University dengan judul paper Suggestion of a Comprehensive One Health Higher Education Model as a Post-Pandemic COVID-19 Life Recovery.

Perwakilan FKH UB berhasil meraih juara favorit bersama dengan IPB University, Bogor atas nama Andi Tri Rakhmat Akbar dan tim dengan judul paper Email Newsletters “Morning Vitamin” as COVID-19 Education and Hoax-busters through Teenagers and Young Adults Social Media serta Bintang Aditia Tri Wibowo dan tim dari IPB University dengan judul Antico-infection Drug Candidate: In Vitro Study of Maggot (Hermetia illucens) Extract as Post Covid-19 Solution.

“Kegiatan berakhir dengan sangat sukses, karena mampu menyatukan seluruh mahasiswa dari berbagai Fakultas Kedokteran Hewan di Indonesia dan Manca negara. Disamping itu, 2nd ICAVETS juga telah menjadi wadah lahirnya ide-ide kreatif dari mahasiswa untuk menghadapi Post Pandemi COVID-19 serta memberikan solusi bagi sector sentral yang terdampak oleh Pandemi,”kata drh. Dyah. (FKH/Humas UB).