Prasetya Online

>

Press Release

Pengukuhan Prof. Dr. dr. Kusworini, Mkes, SpPK

Submit by humas3 on August 13, 2014 | View : 471

Universitas Brawijaya kembali mengukuhan guru besar dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Proses upacara pengukuhan dilakukan oleh raktor UB, Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri di Gedung Widyaloka, Selasa (12/8).                                                        

Prof. Dr. dr. Kusworini, Mkes, SpPK merupakan guru besar ke 28 dari FK dan ke 215 UB.

Prof. Dr. dr. Kusworini, Mkes, SpPK yang merupakan guru besar di bidang patologi klinik menyampaikan pidatonya berjudul "Peran Dokter Patologi Klinik Dalam Upaya Mencapai Tujuan Pembangunan Milenium Dengan Menurunkan Angka Kematian Ibu Melalui Perbaikan Diagnosis Pasien Lupus Di Indonesia".

Pengukuhan Prof.Dr.Ir.Estri Laras Arumingtyas, MSc.St

Submit by humas3 on June 26, 2014 | View : 1071

Universitas Brawijaya kembali mengukuhkan guru besar dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Prof.Dr.Ir. Estri Laras Arumningtyas, MSc.St di Gedung Widyaloka, Kamis (26/6).

Prof.Dr.Ir. Estri Laras Arumingtyas merupakan guru besar ke-13 dari FMIPA dan ke-214 UB.

 Prof.Dr.Ir. Estri Laras Arumingtyas yang merupakan guru besar bidang  Biologi Molekuler menyampaikan pidato pengukuhannya berjudul "Pendekatan Teknik Mutasi Gen Sebagai Upaya Peningkatan Kinerja Dan Produktivitas Tanaman".

Laboratorium Robotika PTIIK UB Buat Alat Transportasi Ramah Lingkungan

Submit by humas3 on May 08, 2014 | View : 1200

Laboratorium Robotika Program Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer  Universitas Brawijaya (PTIIK UB) membuat alat transportasi personal ramah lingkungan yang ekonomis. Dua orang dosen PTIIK Barlian Henryranu Prasetio, ST., MT., Wijaya Kurniawan, ST., MT., Arif Efendi, Ghayuh Fernanda P (2011), dan M Juniardi N. (2011) membuat transportasi tersebut untuk mengalihkan konsumsi energi kendaraan yang saat ini masih berasal dari bahan bakar minyak (BBM), ke konsumsi energi listrik yang lebih ramah lingkungan dan dapat diperbaharui.

Menurut Barlian, karya tersebut sebetulnya memang bukanlah hal yang baru. Saat ini alat transportasi personal sejenis buatannya tersebut sudah ada dan sedang terus dikembangkan di beberapa negara di dunia seperti Amerika Serikat dan Cina (ex:  Segway dan Robstep). Akan tetapi Indonesia sendiri, hingga saat ini masih menjadi pengimpor dan pengguna saja, belum pada tahap kesadaran untuk dapat membuat produk serupa."Kami memang belum memberi nama khusus seperti produk serupa yang sudah ada sekarang. Jadi ini bisa disebut juga robot transportasi personal. Sifatnya portable, bisa digunakan diberbagai macam medan, hanya menggunakan dua roda yang bersebelahan tapi tetap bisa seimbang," kata Barlian.

PP Otoda FH UB: Kota Malang Tanpa Perencanaan

Submit by humas3 on May 07, 2014 | View : 193

PP Otoda Fakultas Universitas Brawijaya mengatakan bahwa kota malang saat ini berada dalam kondisi tanpa perencanaan karena penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tertunda selama lebih dari tujuh bulan. Demikian dikatakan Koordinator PP Otoda FH UB Syahrul Sajidin dalam konferensi persnya, Rabu (7/5).

Kelambanan proses penyusunan RPJMD Kota Malang dipengaruhi oleh banyak  faktor, antara lainpertama pemerintah kota Malang tidak serius dalam melakukan penyusunan dokumen RPJMD;kedua kegiatan yang dilakukan Pemerintah Kota Malang selama ini bersifat tidak terencana, parsial, dan tidak berkelanjutan; ketiga kepala daerah gagal meletakkan pondasi reformasi birokrasi di 100 hari pertama masa jabatannya.

Kunjungan Wisata Ke Jatim Diprediksi Menurun Pascaerupsi Kelud

Submit by humas3 on February 21, 2014 | View : 1722

Kunjungan wisatawan ke berbagai lokasi di Jawa Timur dalam sebulan ini diprediksi mengalami penurunan pasca terjadinya erupsi Gunung Kelud, karena tertutupkan akses transportasi massal seperti Bandara Internasional Juanda, Surabaya.

Pakar Wisata dari Universitas Brawijaya, Malang, A. Faidlal Rahman, SE. Par., M.Sc, Jumat (21/2) mengatakan, ditutupnya bandara menjadi faktor utama penghambat wisatawan untuk berkunjung ke Jatim.