Prasetya Online

>

Kliping

Ortu Pantau via CCTV, Bayar Pakai Kartu Kredit

Dikirim oleh zenefale pada 11 Agustus 2015 | Dari Radar Malang, edisi | Komentar : 0 | Dilihat : 1004

Apa saja alasan mahasiswa atau orang memilihkan anaknya hunian kos middle up, dengan tarif rentang Rp 1,4 juta hingga Rp 2,1 juta? Sofyan Djoko Hamid 57, salah satu orang tua mahasiswa asal Solo yang ditemui Jawa Pos Radar Malang mengatakan, tidak masalah jika harus mengeluarkan biaya cukup tinggi per bulan untuk hunian kos bagi anaknya.

Koleksi Puluhan Gelar, Siapkan ikut Fashion Dunia

Dikirim oleh zenefale pada 11 Agustus 2015 | Dari Jawa Pos, edisi Senin 20 Juli 2015 | Komentar : 0 | Dilihat : 139

Ini bisa menjadi bukti jika disabilitas juga bisa beraktivitas layaknya manusia normal. Marquel Dwi Putranto contohnya. Dia berhasil meraih puluhan gelar  sebagai model pria. Dia juga bergabung di salah satu agency model ternama di kota Malang.

Rindu Tarawih di Kampung Halaman

Dikirim oleh zenefale pada 11 Agustus 2015 | Dari Malang Post, edisi Kamis 16 Juli 2015 | Komentar : 0 | Dilihat : 121

Tahun ke dua menjabat sebagai orang nomr satu di kampus UB, membuat Prof Dr M Bisri mulai bisa menata ritme kerjanya. Kalau di tahun sebelumnya ia banyak disibukkan dengan berbagai kegiatan, tahun ini semakin banyak waktu yang bisa diluangkan untuk keluarga. Apalgi di rumah, tinggal sang istri saja karena anak-anaknya yang sudah memiliki kesibukan dan rumah sendiri.

Benang Bedah dari Getah

Dikirim oleh zenefale pada 11 Agustus 2015 | Dari Tempo , edisi Minggu 19 Juli 2015 | Komentar : 0 | Dilihat : 141

Umumnya dokter di Indonesia menggunakan benang jahit sintetis untuk menutup luka pembedahan. Benang itu diimpor dari Cina, India dan Eropa dengan harga mahal. Harga satu paket yang terdiri atas 10 kemasan dengan panjang 70 sentimeter sekitar Rp 2 juta. Karena sintetis, tentu saja benang itu tak bisa menyatu dengan jaringan tubuh. 

Bunyikan Petasan, Mahasiswa UB Dikeroyok Satpol PP

Dikirim oleh zenefale pada 11 Agustus 2015 | Dari Malang Post, edisi Selasa 14 Juli 2015 | Komentar : 0 | Dilihat : 199

Seorang mahasiswa UB Malang menjadi korban arogansi petugas satpol PP Kabupaten Tuban. Korban dikeroyok sejumlah petugas hingga babak belur, hanya karena membunyikan petasan di alun-alun Tuban. Peristiwa memilkukan itu terjadi malam hari, setelah korban buka bersama teman-temannya semasa SMA. Mereka pergi ke alun-alun Tuban, kemudian mereka membunyikan petasan yang dibelinya di pinggir jalan.