Prasetya Online

>

Clipping

Kampus Indonesia Kian Diperhitungkan Dunia

Submit by zenefale on February 23, 2017 | From Koran Sindo, Jumat 10 Februari 2017 edition | Comment(s) : 0 | View : 45

Lembaga pemeringkatan universitas dunia Webometrics, merilis deretan kampus terbaikberdasarkan aktivitas website. Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta kembali mempertahankan posisi pertama sejak menghuni daftar itu pada 2008. Posisi kedua ditempati oleh Universitas Indonesia (UI), disusul oleh Institut Teknologi Bandung (ITB). Kemudian Kemenristekdikti mengapresiasi pencapaian tersebut. Prestasi ini menunjukan bahwa kualitas perguruan tinggi Indonesia semakin diakui dunia. Berdasarkan laporan terbaru Webometrics, selain UGM, UI, dan ITB, sepuluh besar kampus terbaik Indonesia ditempati IPB, Universitas Brawijaya, Universitas Pandjajaran, Universitas Diponegoro, Universitas Riau, Universitas Udayana, Universitas Airlangga. Pemeringkatan Webometrics disusun berdasarkan laman kampus dengan mengacu pada empat kriteria, yakni presence (kehadiran), impact (dampak), openness (keterbukaan) dan exellent(keunggulan). Guru Besar Undip mengatakan semakin banyak perguruan tinggi yang masuk pemeringkat dunia, rekognisi terhadap pendidikan di Indonesia. Baik untuk penelitian bersama, pertukaran dosen hingga mahasiswa.

Guru BK Harus Tahu Masuk UB Makin Ketat

Submit by zenefale on February 23, 2017 | From Surya, Jumat 10 Februari 2017 edition | Comment(s) : 0 | View : 18

Pihak Universitas Brawijaya (UB) memutuskan menyosialisasikan penurunan kuota mahasiswa baru tahun 2017 ke sekolah-sekolah untuk menginformasikan pemangkasan daya tampung itu kepada guru Bimbingan Konseling sejumlah daerah termasuk Kota/Kabupaten Malang di gedung Sasana Krida. Otomatis kompetisi di terima di UB makin tinggi. Unutk mempermudah siswa memilih prodi dalam SNMPTN perlu dipetakan mana yang sesuai dengan prestasi dan kemampuan siswa.

Bermula dari Penelitian Kampus, Kini Jadi Ladang Bisnis

Submit by zenefale on February 22, 2017 | From Radar Malang, Jumat 10 Februari 2017 edition | Comment(s) : 0 | View : 48

Masyhuri Azhar, Meliyana Rusanti, dan Ruli Fajar, cukup pintar membaca peluang bisnis kelinci. Mahasiwa Universitas Brawijaya Malang itu, tak hanya menjadi peternak dan penjual kelinci tapi juga mengolah limbahnya menjadi beragam kerajinan. Mereka juga memberdayakan kelompok peternak kelinci serta kader PKK. Ada beberapa produk yang di bout dari daging kelinci seperti abon kelinci, sedangkan untuk kulitnya dijadikan beragam produk kerajinan tangan seperti gantungan kunci, tas hingga sepatu. Dan mereka juga mebuat produk makanan kelinci sendiri yang bernama AFI Rabbit Feed. Pakan tersebut dipatok harga Rp 6500 perkilogram, namun perkarung rata-rata seberat 20 kilogram. Kini mereka mengaku kebanjiran order, baik produk kreatif atau souvenir, maupun olahan daging dan pakan. Untuk memenuhikebutuhan tersebut, mereka memberdayakan kader PKK Desa Bumiaji dan sekelompok peternak kelinci setempat. 

UB Siap Menjaring Mahasiswa Berkualitas Melalui SNMPTN 2017

Submit by zenefale on February 22, 2017 | From Surya, Kamis 9 Februari 2017 edition | Comment(s) : 0 | View : 8

Universitas Brawijaya selalu melakukan pembenahan secara berkelanjutan, salah satunya dengan meningkatkan kualitas input. Penjaringan mahasiswa baru melalui jalur SNMPTN ini merata untuk seluruh provinsi di Indonesia. Upaya UB dalam sosialisasi SNMPTN ialah dengan mengundang SMA/SMK/MA di antara Kota malang, Kabupaten Pasuruan, Kotan dan Kabupaten Probolinggo serta Kota dan Kabupaten Kediri. Data prestasi akademik siswa tersebut beserta rekam jejak kinerja sekolah harus diisikan dalam PDSS dan juga ada beberapa faktor seperti akreditasi sekolah, peringkat sekolah di tingkat kota dan kabupaten, peringkat siswa disekolah, kuota, dan prestasi kakak kelas di UB. 

Dosen Malas Nulis, Tunjangan Dicabut

Submit by zenefale on February 22, 2017 | From Radar Malang, Kamis 9 Februari 2017 edition | Comment(s) : 0 | View : 9

Peringatan bagi dosen yang malas menulis karya ilmiah. Karena, tunjangan profesi mereka terancam di cabut November mendatang. Tunjangan dicabut apabila selama prosesevaluasi yang diadakan Kementerian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) sejak 2015 hingga November 2017 mendatang, ditemukan fakta bahwa dosen tidak produktif. Dalam permenristekdikti bukan kebijakan baru menurut Wakil Rektor I Universitas Brawijaya Prof. Dr. Ir. Kusmartono menegaskan bahwa dosen harus meningkatkan produktivitas publikasi karya ilmiah. Bagi dosen yang memiliki jabatan akademik lektor kepala, harus menghasilkan paling sedikit tiga karya ilmiah yang diterbitkan di jurnal nasional terakreditasi atau paling sedikit satu karya ilmiah yang dipublikasikan ke jurnal internasional, dalam kurun tiga tahun.