Prasetya Online

>

Berita UB

Emisi Karbon Gasohol Lebih Rendah Dibanding Pertamax

Dikirim oleh prasetya1 pada 15 Februari 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 4320

Dalam pengujian pada kendaraan roda empat di laboratorium Balai Termodinamika, Motor, dan Propulsi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi menunjukkan, tingkat emisi karbon dan hidrokarbon gasohol E10-campuran bensin dan etanol 10 persen-lebih rendah dibandingkan dengan premium dan pertamax. Saat ini penggunaan gasohol E10 memasuki tahap uji lapangan pada berbagai jenis kendaraan bensin menyusul peluncurannya oleh Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman di Jakarta, akhir Januari lalu. "Pada uji lapangan penggunaan bahan bakar itu, dipilih 14 kendaraan bermotor roda empat dari berbagai merek dari Jepang, Amerika Serikat, Jerman, dan Inggris," kata Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Wahono Sumaryono di Jakarta, Senin (14/2).
Sebelum itu telah dilakukan uji coba penggunaan statis dan dinamis di laboratorium Balai Termodinamika, Motor, dan Propulsi (TMP) BPPT. Pengujian karakteristik unjuk kerja, yaitu daya dan torsi, ujar Prawoto-peneliti dari Balai TMP BPPT, menunjukkan, etanol 10 persen identik atau cenderung lebih baik ketimbang pertamax. Etanol mengandung 35 persen oksigen sehingga meningkatkan efisiensi pembakaran. "Emisi CO (karbon monoksida) dan HC (hidrokarbon) dari mobil yang menggunakan E10 secara umum lebih rendah dibandingkan dengan premium maupun pertamax," urainya.
Pada emisi CO, misalnya, E10 hanya 0,31 gram per kilometer, sedangkan premium dan pertamax masing-masing 0,5 gram dan 0,58 gram per kilometer.

Dialog Interaktif Ilmiah Karakteristik Sarjana Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 14 Februari 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2427

diskusi pendidikan
diskusi pendidikan
Masih dalam rangka peringatan dies natalis ke-42 Universitas Brawijaya, Senin 14 Februari 2005, di Widyaloka lantai dasar, digelar diskusi interaktif ilmiah dengan topik "Bagaimana Karakteristik Sarjana yang Ingin Dihasilkan Unibraw dan Sistem Pendidikan yang Diterapkan dalam Era Global".
Fasilitator diskusi ini Prof. Dr. Ir. Hendrawan Soetanto MRurSc, Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3) Unibraw.
Di tempat yang sama, akhir pekan Sabtu 19 Februari 2005 juga digelar acara diskusi serupa dengan fasilitator Dr.Ir. M. Sasmito Djati MS, bertajuk "Bagaimana Arah Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Unibraw Menyongsong Otonomi Kampus". [Far]

Lomba Paduan Suara Piala Rektor

Dikirim oleh prasetya1 pada 12 Februari 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2612

Kelompok paduan suara mahasiswa Fakultas MIPA Universitas Brawijaya akhirnya keluar sebagai juara pertama untuk kategori mahasiswa pada ajang Lomba Paduan Suara Piala Rektor (LPSPR) XIII yang berlangsung 12-13 Februari 2005 di Gedung Widyaloka. Lagu Fair Phyllis I Saw karangan John Farmer dan lagu My Girl yang dibawakan secara apik oleh Fakultas MIPA ini juga berhasil merebut gelar penampilan terbaik untuk kategori Best Movie Soundtrack.
Sementara itu Fakultas Ekonomi berhasil menduduki posisi kedua, dan Fakultas Kedokteran berada pada posisi ketiga. Fakultas Kedokteran yang menyajikan lagu Ah! Dolente Partipa karangan komposer Claudio Monteverdi juga berhasil meraih gelar penampilan terbaik kategori Renaissace Baroque. Menurut ketua penyelenggara Jaluwara Dwi Raharja, ajang tahunan Unit Aktivitas Paduan Suara Mahasiswa Universitas Brawijaya ini bertujuan untuk memasyarakatkan seni paduan suara di lingkup Universitas Brawijaya pada khususnya dan Jawa Timur pada umumnya, dengan tema "Paduan Suara sebagai Wahana Rekreasi Musikal". Untuk kategori mahasiswa, lomba kali ini hanya diikuti oleh 6 fakultas, yaitu Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Perikanan, Fakultas Kedokteran, Fakultas MIPA dan Fakultas Teknologi Pertanian.
Berbeda dari tahun sebelumnya, LPSPR tahun ini juga memperlombakan kategori SLTA. Turut menyemarakkan kegiatan yang bertujuan sebagai media penjaringan bibit unggul yang berpotensi siswa SMA di wilayah Jawa Timur ini 9 sekolah dari Surabaya, Sidoarjo dan Malang. Untuk kategori SLTA, kelompok peserta diharuskan membawakan sebuah lagu wajib Tanah Airku ciptaan Ibu Sud dengan aransemen oleh Hadrianus A. Brotoseno, dan sebuah lagu bebas.
Keluar sebagai juara pertama yaitu SMAK St. Louis Surabaya dan berhak meraih piala Gubenur Jawa Timur. Juara kedua diraih oleh SMA Kolese Santo Yusuf Malang dan berhak atas piala dari Diknas Jawa Timur. Posisi ketiga diraih oleh SMAN 5 Surabaya, sementara harapan satu diraih oleh SMAN 3 Sidoarjo. [li]

Kursus Pelatih Nasional XVIII Menwa Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 12 Februari 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1980

Komando Resimen Mahasiswa "Mahasurya" Jawa Timur, Satuan 803 Universitas Brawijaya, 12-20 Februari 2005 menyelenggarakan Kursus Pelatih Nasional (Suspelat) XVIII. Hal ini dilatarbelakangi bahwa mahasiswa dalam perspektif negara memiliki posisi strategis sebagai kaum intelektual dan agent of change yang membawa perubahan baik di tingkat masya-rakat maupun di tingkat negara. Untuk memenuhi hal tersebut, mahasiswa membutuhkan bekal melalui proses pendidikan dan latihan kepemimpinan selain bidang ilmu yang ditekuni di perguruan tinggi, sebagai calon pemimpin masa mendatang.
Resimen Mahasiswa (Menwa) sebagai salah satu bagian dari masyarakat, tidak jarang dimintai bantuan sebagai tenaga pela-tih pada suatu kegiatan baik di dalam maupun di luar kampus. Dalam melaksanakan tugas tersebut seringkali dijumpai adanya pelatih yang kurang mampu mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperolehnya.
Berangkat dari tujuan menyiapkan tenaga pelatih dan instruktur yang berkualitas serta profesional dalam penyelenggara-an pendidikan dan latihan, menyiapkan pelatih yang mampu menyusun dan melaksanakan rencana dan strategi kegiatan dalam penyelenggaraan pendidikan dan latihan secara sistematis, terarah, dan terpadu serta menghasilkan anggota Menwa yang memiliki spesifikasi kemampuan dalam memimpin organisasi di masa datang, diadakan kursus tersebut.

Pusat Jaminan Mutu Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 12 Februari 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1706

Dalam rangka peningkatan kualitas dan menjamin mutu proses belajar dan mengajar, serta evaluasi proyek-proyek kompetitif di lingkungan Univetrsitas Brawijaya, Rektor memandang perlu membentuk sebuah Pusat Jaminan Mutu.
Untuk itu, dengan Keputusan nomor 017A/SK/2005 tanggal 12 Februari 2005, Rektor menetapkan pembentukan Pusat Jaminan Mutu Universitas Brawijaya dengan struktur dan personalia: Prof. Dr. Ir. Soebarinoto (Ketua), Dr. Endang Arisoesilaningsih (Sekretaris), dan para anggota: Prof. Dr. Ir. Jody Moenandir, Prof. Dr. Ir. Suhardjono DiplHE MPd, Dr. Surahman SE MSIE, Dr. Unti Ludigdo SE, dan Dr. M. Nurhuda.
Untuk tahap awal, Pusat Jaminan Mutu selama 1 tahun bertugas (1) mengembangkan prosedur baku (standard operating procedure) untuk menjamin kualitas proposal yang akan diusulkan untuk mendapatkan Program Hibah Kompetisi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (PHK-Dikti), monitoring dan evaluasi pelaksanaan PHK-Dikti, pendampingan pada saat visitasi, serta kegiatan penelitian dan pengabdian pada masya-rakat; (2) monitoring dan evaluasi uji doba serta implementasi manual untuk kegiatan akademik; (3) mengambil tindakan korektif terhadap penyimpangan yang ditemukan; dan (4) penyebarluasan good practices diri suatu jurusan yang mem-peroleh PHK ke jurusan lain.
Masa tugas Pusat Jaminan Mutu dapat diperpanjang, ber-dasarkan evaluasi hasil kerja selama 1 tahun dan kondisi perkembangan Universitas Brawijaya. Dalam melaksanakan tugasnya, Pusat Jaminan Mutu mendapatkan pembiayaan dari universitas, sesuai dengan peraturan yang berlaku. [Far]