Prasetya Online

>

Berita UB

"TANGKIS" Cegah Kekerasan Seksual Anak

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh oky_dian pada 06 Januari 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 853

Kajian Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan Terhadap Remaja dan Anak
Kajian Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan Terhadap Remaja dan Anak
TANGKIS bisa menjadi cara untuk mencegah kekerasan seksual pada anak. TANGKIS bisa diajarkan orang tua kepada anak-anak sejak mereka duduk di bangku Taman Kanak-Kanak. Demikian dikatakan Ketua Woman Crisis Center (WCC) Dian Mutiara Malang Sri Wahyuningsih, SH., MPd.

TANGKIS merupakan kepanjangan dari T: Tubuhmu adalah milikmu; A: Ada Rahasia dibalik baju; N: Nggak boleh, ya nggak boleh; G: Gelagat bahaya, waspadai; K: Kalau dipaksa,lawan; I: Ingat, nggak semua rahasia baik; dan S: Selalu cerita ke orang tua.

Tubuhmu adalah Milikmu dijelaskannya bahwa setiap anak harus melindungi dan menyayangi tubuhnya sendiri bagaimanapun rupa dan bentuk tubuhnya. Dengan menyayangi setiap bagian dari tubuhnya tidak boleh ada yang melakukan apapun yang bisa membuat malu, tidak nyaman, dan benci dengan tubuh sendiri.

Ada Rahasia di Balik Baju dikatakannya bahwa tidak ada yang boleh melihat atau menyentuhnya karena bagian tubuh adalah rahasia. Kadang dokter membukanya tapi merekapun harus memberi penjelasan.

Nggak boleh, ya Nggak Boleh. Dia menjelaskan bahwa setiap anak harus berani bilang "Nggak Boleh" meskipun kepada orang yang kamu kenal atau sayangi, bahkan anggota keluargamu sendiri. Jika tubuh dan perasaan mereka disakiti oleh orang lain, setiap anak harus berani menolak apapun yang mereka minta dan lakukan.

Gelagat Bahaya, Waspadai. Setiap anak harus tahu lingkungan dan siapa yang ada di sekitarnya. Meskipun mereka mengenalnya, waspadailah jika mereka melakukan hal yang aneh. Misalnya tiba tiba dia menjadi sangat baik, tanpa alasan memberi makan enak gratis dan mengajak ke tempat yang sepi.

Selalu Cerita ke Orang Tua. Setiap anak dianjurkan untuk tidak hanya boleh bercerita tentang kegiatan menyenangkan. Tapi juga harus bercerita tentang hal-hal yang membuat sedih ataupun marah. Orang dewasa yang anak-anak percaya akan mendengarkan dan bisa membantu.

Sri Wahyuni mengatakan bahwa tindakan TANGKIS tidak hanya dilakukan bagi anak secara sosial, yaitu mulai Bawah Tiga Tahun (Batita) hingga akil baliq dan anak laki-laki mulai mimpi basah.

Sedangkan bagi remaja pencegahan bisa dilakukan dengan memahami Kesehatan Reproduksi (Kespro).

Selain mengajarkan TANGKIS kepada anak, orang tua bisa memberi contoh dan menjalin komunikasi yang baik dengan anak. Contoh yang baik bisa dilakukan dengan saling menghargai, memenuhi janji, menanamkan kejujuran, dan menumbuhkan sikap gotong royong. Menjalin komunikasi yang baik bisa dilakukan dengan meluangkan waktu untuk berdialog dengan anak, mampu menjadi pendengar yang baik, dan tidak menggurui.

Kekerasan seksual anak di Malang mengalami peningkatan dari tiga sampai empat kasus per bulan di tahun 2015 menjadi empat sampai lima kasus per bulan di tahun 2016. Ketua Woman Crisis Center (WCC) Dian Mutiara Malang Sri Wahyuningsih, SH., MPd mengatakan faktor yang menyebabkan terjadinya peningkatan antara lain karena penurunan penghargaan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) dan kemajuan teknologi. Dikatakannya kemajuan teknologi yang ada seperti saat ini seolah memberi sarana yang memudahkan orang untuk melakukan kekerasan seksual.

"Sebagai orang tua ada beberapa upaya yang dilakukan untuk melindungi anak dari pelaku kekerasan seksual. Orang tua bisa memberi contoh dan menjalin komunikasi yang baik dengan anak," kata Sri Wahyuningsih.

Materi upaya Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan Terhadap Remaja dan Anak-Anak merupakan kegiatan yang diadakan oleh Ikatan Pensiunan (IP) UB, Jumat (6/1/2016).  Ketua pelaksana Dra. Ristika, MM mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk mewadahi para pensiunan yang mempunyai keahlian di bidangnya masing-masing.

"Kebetulan bu Sri Wahyuningsih memang fokus di bidang tersebut, sehingga kami adakan kegiatan kali ini," katanya.

Sementara itu, dalam waktu yang bersamaan juga diresmikan Griya Tata Rias dan Perawatan Khusus Wanita di Gedung Kebudayaan Mahasiswa. Peresmian dilakukan oleh ketua Dharma Wanita UB Titik M Bisri.

Griya Tata Rias dan Perawatan Khusus Wanita dibuka mulai Senin sampai Sabtu jam 08.00-17.00. [Oky Dian/Humas UB]

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID