Prasetya Online

>

UB News

Menkes: Perlu Sinergikan Bidang Kesehatan dan Pendidikan Untuk Kesejahteraan Masyarakat

Submit by Oky_dian on February 23, 2017 | Comment(s) : 0 | View : 160

 

2399_20170223223030
2399_20170223223030
Bidang kesehatan dan pendidikan harus saling berkolaborasi untuk menciptakan masyarakat sejahtera sesuai dengan target MDGs. Demikian pesan yang disampaikan oleh menteri kesehatan RI Nila Djuwita F Moeloek,SpM (K) dalam Semiloka Kesehatan Dokter Spesialis dam Sub Spesialis di Gedung Widyaloka UB,Kamis (23/2/2017).

Dikatakannya bahwa lembaga pendidikan mempunyai andil dalam mencetak tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan seperti dokter, perawat,bidan, dan laboran dibutuhkan untuk memecahkan permasalahan yang mash ada di Indonesia seperti gizi buruk dan penyakit menular. Perguruan tinggi dipandang sebagai sebuah institusi yang melahirkan dokter-dokter spesialis. Sayangnya, saat ini tidak banyak lulusan dokter spesialis yang mau ditempatkan di pelosok nusantara.

"Memang benar ada 1000 dokter spesialis di Jakarta namun tidak ada yang mengabdi di kepulauaan 1000,"kata Nila Djuwita F. Moeloek, SpM(K).

Oleh karena itu, kementrian kesehatan mengeluarkan program Wajib Kerja Dokter Spesialis sesuai dengan Perpres No. 4 Tahun 2017 tentang Wajib Kerja Dokter Spesialis.

Perpres tersebut menjelaskan bahwa setiap dokter spesialis lulusan pendidikan program dokter dari perguruan tinggi dari dalam dan luar negeri wajib mengikuti Wajib Kerja Dokter Spesialis.

Menurut perpres ini, peserta Wajib Kerja Dokter Spesialis akan ditempatkan pada rumah sakit daerah terpencil, perbatasan,dan kepualauan, rumah sakit rujukan regional, dan rumah sakit rujukan provinsi.

Dengan terpenuhinya fasilitas dan tersedianya tenaga kesehatan maka tingkat kesejahteraan masyarakat juga bisa meningkat.

"Tingkat kesejahteraan masyarakat bisa meningkat karena adanya tindakan pencegahan terhadap penyakit-penyakit yang penyembuhannya membutuhkan biaya besar,"katanya.

Senada dengan menteri kesehatan Wakil Rektor I bidang akademik Prof Kusmartono mengatakan bahwa perguruan tinggi harus bersinergi dengan rumah sakit.

Bentuk sinkronisasi ini bisa diwujudkan dalam bentuk penyelenggaraan praktik mahasiswa kedokteran pada rumah sakit pendidikan.

Selain itu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kemenkes RI juga memberlakukan Gerakan Masyarakat Sehat seperti makan sayur dan buah terutama bagi penduduk usia lebih dari sepuluh tahun. [oky dian/Humas UB] 

 

 

Submit by dietodita on February 23, 2017 | Comment(s) : 0 | View : 62

Pakar UB: Masyarakat Butuh Transportasi Cepat, Mudah, Aman, Murah dan Nyaman

Submit by Oky_dian on February 23, 2017 | Comment(s) : 0 | View : 238

akar transportasi Universitas Brawijaya (UB) Hendi Bowoputro, ST.,M.T.,
akar transportasi Universitas Brawijaya (UB) Hendi Bowoputro, ST.,M.T.,
Masyarakat membutuhkan transportasi yang cepat, mudah, aman, murah dan nyaman, kata Pakar transportasi Universitas Brawijaya (UB) Hendi Bowoputro, ST.,M.T., saat menanggapi aksi demontrasi terhadap transportasi online beberapa waktu lalu di Malang.
Hendi mengatakan lima komponen tersebut saat ini menjadi permasalahan utama yang dihadapi oleh transportasi lokal seperti angkot dan taksi lokal di wilayah Malang.

260 Pegawai Kontrak UB Ikuti Tes Alih Status

Submit by siti-rahma on February 22, 2017 | Comment(s) : 0 | View : 357

Dosen Unsrat Manado Raih Gelar Doktor di Fapet UB

Submit by dietodita on February 22, 2017 | Comment(s) : 0 | View : 215

Dosen Unsrat Manado Ir. Verry Lengkong Hanny Rembang, M.Si Raih Gelar Doktor di Fapet UB
Dosen Unsrat Manado Ir. Verry Lengkong Hanny Rembang, M.Si Raih Gelar Doktor di Fapet UB
Dosen Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi - Manado, Ir. Verry Lengkong Hanny Rembang, M.Si merampungkan studinya di Pascasarjana Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB). Tercatat sebagai mahasiswa Pascasarjana program studi Ilmu Ternak angkatan 2010, ia telah menempuh ujian akhir disertasi, Selasa (21/2/2017). Bertempat di ruang seminar lt.6, ujian tersebut mengundang Prof. Zaenal Fanani, Dr. Bambang Ali, Dr. Harry Nugroho, dan Dr. Umi Wisapti sebagai tim penguji.

Dibawah bimbingan Prof. Budi Hartono, Hari Dwi Utami, Ph.D, dan Prof. Vicky V.J. Panelewen, pria kelahiran Kawangkoan ini mengangkat penelitian berjudul “Analisis Efisiensi Pemasaran Ternak Sapi Potong di Provinsi Sulawesi Utara.” Penelitian dilakukan selama empat bulan dengan mengamati efisiensi pemasaran dan model pemasaran ternak sapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur pemasaran, model integrasi pemasaran, dan efisiensi pemasaran ternak sapi potong di Kota Manado, Kota Tomohon, dan Kabupaten Minahasa (Kawangkoan).