Prasetya Online

>

UB News

KIM Fapet UB Adakan Workshop Pekan Ilmiah

Submit by humas3 on October 24, 2014 | Comment(s) : 0 | View : 284

KIM Fapet UB Adakan Workshop Pekan Ilmiah. Dok KIM Fapet UB
KIM Fapet UB Adakan Workshop Pekan Ilmiah. Dok KIM Fapet UB
Kelompok Ilmiah Mahasiswa (KIM) Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya mengadakan workshop pekan ilmiah mahasiswa baru di Ruang 6 Gedung I Fapet, Minggu (19/10).

Acara yang diikuti sekitar 672 mahasiswa baru tersebut dibagi menjadi tiga gelombang agar peserta mudah menerima materi yang diberikan.

Para peserta mendapat sejumlah materi diantaranya bagaimana cara menulis PKM yang baik dan strategi serta tips agar lolos PKM.

SMA AL-Azar Syifa Budi dan SMAN 7 Bengkulu Kunjungi UB

Submit by humas3 on October 24, 2014 | Comment(s) : 0 | View : 247

SMA AL-Azar Syifa Budi dan SMAN 7 Bengkulu Kunjungi UB
SMA AL-Azar Syifa Budi dan SMAN 7 Bengkulu Kunjungi UB
Sebanyak 22 Siswa dari SMA Al - Azar Syifa Budi Jakarta dan 177 siswa dari SMA N 7 Bengkulu melakukan kunjungan ke Universitas Brawijaya (UB) Kamis (23/10). Kedatangan mereka di Sambut langsung oleh Drs. Agus Yuliawan selaku Kasubbag Akademik UB di Aula Studio UB TV.

Kunjungan dua sekolah tersebut untuk melihat secara langsung kondisi UB. Mereka berharap melalui kunjungannya kali ini bisa menjadi referensi kampus tujuan selepas mereka lulus.

87 Candidates of Non Civil Servants-Tenured Lecturers in UB Attend Preservice Training

Submit by humas3 on October 23, 2014 | Comment(s) : 0 | View : 571

Preservice training for the candidates of non civil servants-tenured lecturers in UB is opened by the Rector Prof. Bisri
Preservice training for the candidates of non civil servants-tenured lecturers in UB is opened by the Rector Prof. Bisri
As much as 87 candidates of non civil servants-tenured lecturers in Universitas Brawijaya (UB) attended the Education and Training of Pre-Service for Non Civil Servants-Tenured Lecturers in UB of October 2014 on Wednesday until Friday (22-24/10) which was held at Royal Senyiur Hotel, Prigen. This event was opened by UB Rector, Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS., and was also attended by executive boards of university and faculties in UB.

In her report, the Chief of Staffing, Dra. Agustin Rosadah Syarif, M.AB said that the event was held as one of the requirements to be a non civil servants-tenured lecturer in UB and in order to improve the knowledge, expertise, skills and professionalism of pre-service participants in carrying out their duties as a lecturer or educator.

Kuliah Tamu Teknologi Bio Sensor Kyoto University di FTP

Submit by prasetyaFTP on October 23, 2014 | Comment(s) : 0 | View : 1116

 

IMG_5774
IMG_5774
Jurusan Keteknikan Pertanian (TEP) Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB) menyelenggarakan kuliah tamu Teknologi Bio Sensor dari Kyoto University – Jepang di Aula Gedung FTP lantai 2, Jumat (17/10) mulai pukul 13.00 WIB dengan menghadirkan Profesor Naoshi Kondo dan Yuri Ohara .

Dalam sambutannya , Pembantu Dekan I Bidang Akademik FTP, Dr.Ir.Bambang Dwi Argo mengatakan pentingnya mengikuti kegiatan ini.

“Saat ini perkembangan  teknologi biosensor di dunia demikian pesatnya. Jadi penting bagi mahasiswa untuk membuka wawasan dengan mengikuti kegiatan ini sampai selesai. Terlebih di sesi kedua nanti juga ada pemaparan tentang Kyoto University dan beasiswa yang tersedia. Kuliah tamu ini diselenggarakan juga sebagai penunjang visi FTP untuk menjadi pusat pendidikan, penelitian dan informasi ilmiah dalam bidang ilmu Teknologi Pertanian. Harapannya kegiatan ini dapat  menambah wawasan mahasiswa dan perluasan kerjasama dalam pengembangan keilmuan serta riset bersama antara Jurusan TEP dengan Kyoto University di Jepang.” jelasnya dihadapan sekitar 300 mahasiswa yang hadir.

IMG_5840
IMG_5840
Dalam materinya, Profesor Naoshi Kondo menjelaskan bahwa biosensor merupakan sensor yang terdiri dari kombinasi komponen hayati dan komponen elektronik sebagai transduser. Kombinasi ini akan mengubah sinyal komponen hayati menjadi luaran yang terukur. Biosensor juga dapat diartikan sebagai sebuah alat analisa yang mengkombinasikan komponen biologis dengan detektor fisikokimia. Pada prinsipnya Biosensor terdiri dari tiga bagian utama, yakni Komponen Biologi, Transduser, dan Alat Pembaca Biosensor. Komponen biologi seperti enzim, asam nukleat, atau antibodi lain yang sensitif terhadap keberadaan analit merupakan material biologis yang berinteraksi dengan komponen yang dipelajari.

Elemen sensitif tersebut dapat juga dibuat dengan rekayasa biologis. Transduser atau elemen detektor, seperti detektor elektrokimia, pizoelektrik, atau optik, ini akan  mengubah sinyal yang dihasilkan dari interaksi analit dengan unsur biologis (panas, arus listrik, potensial listrik, dan lain-lain) menjadi sinyal lain sehingga memungkinkan lebih mudah diukur dan dihitung (sinyal elektrik).

Elemen ketiga merupakan Alat Pembaca Biosensor yang biasanya berupa signal processor elektronik, yang terutama bertanggung jawab untuk memperkuat sinyal untuk menampilkan hasil. Pada pengolahan buah pasca panen, teknologi sensor diperlukan untuk memastikan kondisi buah yang berkualitas dan layak di konsumsi dengan data yang terukur. Sebab pada beberapa kasus, terdapat buah yang terlihat baik tetapi ternyata menyimpan kandungan microorganisme yang tak terlihat. Hal ini dapat ditanggulangi dengan penggunaan teknologi biosensor.

“Biosensor akan mengenali berbagai tanda khusus yang akan terikat seperti enzim, antibodi, mikroba, protein, hormon, asam nukleat, dan sebagainya. Kemudian tanda ini akan diubah sinyalnyamenjadi  informasi analisa yang terukur oleh transduser. Prinsipnya sederhana, patogen dideteksi berdasarkan karakteristiknya, misalnya enzim yang dikeluarkannya. Enzim itu akan berikatan dengan senyawa pengenal yang ada pada biosensor, misalnya protein yang mampu membuat enzim itu bekerja. Hal itulah yang dideteksi oleh biosensor. Dan seberapa banyak hasil pekerjaan dari enzim yang menjadi target biosensor menunjukkan berbagai nilai terukur seperti seberapa banyak patogen yang terdapat dalam buah atau bahan pangan lainnya, berbahayakah kandungan microorganismenya dan lain sebaginya,” jelasnya.

IMG_5924
IMG_5924
Sesi kedua merupakan pemaparan Universitas Kyoto dan beasiswa yang tersedia. Dipaparkan Yuri Ohara dari International Office of Kyoto University bahwa universitas yang didirikan pada tahun 1897 ini merupakan universitas negeri tertua nomor dua di Jepang. Universitas Kyoto saat ini memiliki 10 fakultas, 17 sekolah pascasarjana, 13 institut riset, serta 29 pusat riset dan pendidikan. Universitas Kyoto juga tercatat telah menghasilkan banyak peraih penghargaan Nobel dalam bidang fisika teori, kimia, dan biologi molekuler. Data juga menunjukkan bahwa 51% mahasiswa Kyoto University bukan warga Jepang sehingga membuktikan bahwa kampus ini cukup representatif di kancah internasional.  Selain itu, hal yang cukup menarik adalah tersedianya berbagai beasiswa, baik dari pemerintah Indonesia melalui Dikti atau pemerintah Jepang melalui MONBUKAGAKUSHO Jadi jangan ragu untuk kuliah Jepang itu karena disana tersedia banyak beasiswa, dari swasta, pemerintah, dan pemerintah daerah. Selain itu setiap universitas terdapat pula skema pengurangan biaya kuliah.  (dse)

Again, UB Cooperates with Universitas Iskandar Muda Aceh

Submit by humas3 on October 22, 2014 | Comment(s) : 0 | View : 450

UB re-cooperates with Universitas Iskandar Muda Aceh
UB re-cooperates with Universitas Iskandar Muda Aceh
Universitas Brawijaya re-cooperates with Universitas Iskandar Muda Aceh. This cooperation is an extension of the cooperation which has been established in 2009. The signing of the cooperation was done in Rector office on Monday (22/10).

The cooperation of the two universities is embodied in Three Basic Principles of a university especially in education.