Prasetya Online

>

Berita UB

Workshop Penguatan Kelembagaan KOPMA

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word
Dikirim oleh humas1 pada 25 April 2011 | Komentar : 1 | Dilihat : 3149

Suasana Workshop KOPMA UB
Suasana Workshop KOPMA UB
Koperasi Mahasiswa Universitas Brawijaya (KOPMA UB) yang telah berdiri sejak 1978 telah memberikan manfaat bagi masyarakat. Terutama, dalam melahirkan lulusan KOPMA UB yang berhasil mengembangkan berbagai bisnis mandiri. Selain itu, KOPMA UB merupakan salah satu yang menjadi inisiator dan pendiri Koperasi Pemuda Indonesia (KOPINDO) sebagai Koperasi Sekunder Tingkat Nasional. Demikian disampaikan  Herman Suryo Kumoro SH MH dalam Workshop "Penguatan Kelembagaan KOPMA sebagai wadah pendukung Program Entrepreneurial Universitas Brawijaya",  yang berlangsung pada Kamis (21/4) di Gedung Rektorat. Kegiatan workshop dihadiri oleh pengurus KOPMA, PD III, perwakilan EM, DPM dan unit kegiatan mahasiswa (UKM).

Herman adalah salah satu Tim Perumus Kelembagaan KOPMA UB, yang ditunjuk untuk menyampaikan bahan diskusi tentang profil KOPMA UB dan usulan KOPMA di masa depan. Tiga nara sumber yang hadir pada workshop selama satu hari itu ialah Dr Drs Suryadi MS (PD III FISIP), Nanang Suryadi SE MM (PD III FE) dan Arief Budi Laksono (Presiden EM).

Lebih lanjut Herman menuturkan, dalam 10 terakhir KOPMA UB dihadapkan dengan berbagai perubahan lingkungan strategis mendasar. Diantaranya, adanya perubahan sistem pendidikan, nilai-nilai kehidupan kampus, waktu studi, perubahan teknologi serta perbankan. Perubahan yang terjadi sangat mempengaruhi kelembagaan KOPMA saat ini.

Herman menjelaskan, penguatan kelembagaan KOPMA bisa dimulai dengan keanggotaan yang harus memahami bahwa anggota koperasi, merupakan pemilik sekaligus pelanggan jasa koperasi. Selain itu, untuk menjaga keberlangsungan kepengurusan koperasi diperlukan adanya sistem kepengurusan yang teratur. "Pada awal tahun, keangotaan bisa bersifat wajib. Sedangkan untuk tahun kedua bersifat sukarela. Hal ini semata-mata untuk menjaga keberlangsungan anggota KOPMA," tutur Herman.

Hasil workshop kali ini akan menjadi bahan masukan dalam penyesuaian draft AD/ART KOPMA yang sedang disusun. Diharapkan AD/ART KOPMA UB bisa selesai pada Mei 2011. Selanjutnya pada Juni 2011 bisa selesai membentuk pengurus . Sehingga, pada Juli 2011 bertepatan dengan Hari Koperasi, pengurus bisa dilantik. Pada Agustus 2011 diharapkan KOPMA UB bisa menerima anggota baru, baik dari mahasiswa baru maupun mahasiswa lama. Herman berharap, draft yang berhasil disusun bisa dijadikan acuan KOPMA di Indonesia.

Selain dikemas dalam bentuk presentasi, para peserta yang hadir juga berkesempatan melakukan diskusi, yang membahas tentang kelembagaan KOPMA. Terungkap bahwa yang perlu direvitalisasi di KOPMA UB antara lain, kepengusuran yang bisa berasal dari mahasiswa, memiliki penasehat dari rektor beserja jajarannya, serta memiliki Satuan Pengawasan Internal (SPI) Alumni KOPMA dan EM. Untuk mahasiswa yang dilibatkan, bisa berasal dari produk yang dihasilkan peserta Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) untuk dijual di KOPMA.[arr/nun]

 

Artikel terkait

Komentar

Dikirim oleh Pramiko, S.H, M.K.n pada 12 Agustus 2012.

assalamualaikum wr, wb saya alumni Unibraw, dan mantan Pengurus Kopma UB... sebenarnya hasil workshop dan paparan yang dijelaskan oleh pak Herman tersebut (yang juga merupakan mantan pengurus Kopma UB) sudah pernah kami, dan pengurus sebelumnya paparkan beberapa tahun sebelum akhirnya Kopma menjadi seperti saat ini. permasalahan sebenarnya adalah bukan dari kepengurusan atau model kependidikan yang ada di Kopma, namun itikad baik dari pihak Rektorat untuk memberikan dukungan, kepercayaan dan kesempatan kepada mahasiswa untuk menjadi lebih baik melalui wadah yang bernama Koperasi Mahasiswa.. walaupun apatis, semoga solusi terbaik akan segera tercapai...

Kirim komentar Anda

Gunakan ID