Prasetya Online

>

Berita UB

Taekwondo Sebagai Media Penyeimbang Pikiran, Jiwa dan Raga

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh humas3 pada 26 Maret 2012 | Komentar : 0 | Dilihat : 2356

Peserta Seminar Taekwondo saat mengikuti sesi meditasi
Peserta Seminar Taekwondo saat mengikuti sesi meditasi
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo Universitas Brawijaya (UB), Jumat (23/3) lalu mengadakan kegiatan seminar yang bertajuk "How Teaching Taekwondo is Changing" di gedung GOR Pertamina UB. Tidak hanya terbatas kalangan UB saja namun seminar ini juga diikuti oleh berbagai peserta taekwondo diseluruh Jawa Timur. Hadir sebagai pemateri dalam acara tersebut adalah Master Vincentius Yoyok Suryadi (DAN VII Kukkiwon), pembina UKM Taekwondo UB, Sabeum Nim Susanto "Santos" Setiawan serta perwakilan dari Rektorat UB, yaitu , Dra. Ernani Kusdiantina, MM. selaku Kepala Biro (KABIRO) Kemahasiswaan.

Dalam sambutannya, Dra. Ernani menjelaskan tentang harapannya terhadap olahraga ini. "Taekwondo merupakan salah satu seni bela diri yang cukup berkembang di Indonesia, dengan adanya pengembangan UKM taekwondo di UB, kami berharap nantinya mahasiswa yang mengikuti kegiatan taekwondo mampu berpartisipasi di ajang kejuaraan dan menembus skala nasional," ungkapnya.

Demi meningkatkan kualitas dan kuantitas olahraga taekwondo, UB juga sudah siap memberikan fasilitias serta dukungan kepada para mahasiswanya, sehingga nanti tidak hanya tercipta mahasiswa yang berprestasi dibidang tersebut namun mampu menciptakan mahasiswa yang memiliki keseimbangan fisik dan mental. "Prestasi memang sangatlah penting, namun lebih penting lagi adalah meningkatkan pembinaan kepribadian diri. Taekwondo bukanlah ajang show-off untuk menampilkan jati diri, melainkan memupuk karakter individu yang memiliki sikap rendah hati," tegas Dra. Ernani.

Pada seminar tersebut, Master Yoyok tidak memberikan materi secara teoritis, melainkan pengenalan praktek tentang stretching, relaksasi serta meditasi. Menjernihkan pikiran serta menyelaraskan jiwa dan raga merupakan tujuan utama dalam seminar yang diberikan pada hari itu. Seluruh peserta mengikuti kegiatan seminar dengan sungguh-sungguh, khususnya saat melakukan meditasi. "Meditasi merupakan media untuk menyelaraskan pikiran, jiwa dan raga. Jadikan meditasi sebagai penyatu jiwa dan pikiran, agar ketenangan hati mampu didapat saat kita melakukan berbagai aktivitas," ungkapnya.

Master Yoyok sendiri merupakan salah satu master taekwondo yang sangat concern terhadap perkembangan taekwondo di Indonesia. Sebagai seorang yang pernah berprestasi di kancah internasional serta mampu memberikan kontribusi di bidang olahraga tersebut, Master Yoyok merupakan salah satu figure yang patut dicontoh oleh masyarakat. "Jadikanlah olahraga taekwondo sebagai alat pemersatu bangsa. Tak hanya terbatas pada seni bela diri saja, taekwondo juga mampu memberikan ilmu-ilmu yang positif dalam setiap kehidupan manusia. Jadi, sudah selayaknya  kita harus berpikiran terbuka, karena disetiap ilmu bela diri apapun, terpendam sebuah filosofi-filosofi kehidupan yang akan menerangi jalan kita" tambahnya. [znk]

 

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID