Prasetya Online

>

Berita UB

Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1433 H di UB

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word
Dikirim oleh humas3 pada 27 Agustus 2012 | Komentar : 0 | Dilihat : 2461

Prof. Dr. Marjono, M Phil menyampaikan khutbah Idul Fitri 1 Syawal 1433 H di Lpangan Rektorat UB
Prof. Dr. Marjono, M Phil menyampaikan khutbah Idul Fitri 1 Syawal 1433 H di Lpangan Rektorat UB
Minggu (19/8) bertempat di lapangan Rektorat Universitas Brawijaya (UB). Pusat Pembinaan Agama (PPA) UB menyelenggarakan Sholat Idul Fitri 1433 H. Sholat Ied yang dihadiri oleh beberapa pejabat teras di lingkungan UB dan sivitas akademika serta masyarakat sekitar kampus tersebut turut juga dihadiri oleh beberapa mahasiswa asing yang tengah menempuh study di UB.

Bertindak sebagai imam dalam kesempatan itu Dr. H. Ismail MH, MSi dengan khotib Prof. Dr. Marjono, M.Phil yang juga merupakan Dekan Fakultas MIPA UB. Dalam khutbahnya Prof Marjono mengangkat tema "Integrasi IMTAQ dan IPTEK sebagai Islam yang Rahmatan Lil Alamin".

Mahasiswa Asing saling bermaafan setelah mengikuti Sholat Ied di Lpangan Rektorat UB
Mahasiswa Asing saling bermaafan setelah mengikuti Sholat Ied di Lpangan Rektorat UB
Disebutkan dalam khutbah, bahwa Allah SWT telah menjadikan kaum Muslim sebagai khulafa, para wali serta penguasa dunia, yang akan menjadikan dunia ini menjadi baik, tentram, penuh dengan keadilan. Kaum muslim telah menjadi masyarakat yang berbasis pengetahuan (knowledge based society) ketika dunia lainnya masih menganggap pengetahuan hanya hak para pendeta dan bangsawan. Dengan perspektif menjadi yang terbaik inilah, kaum muslimin memburu ilmu ke timur dan ke barat, sebagai bekal menjadi yang terbaik, agar menjadi tauladan dunia, juga bekal untuk amar ma'ruf nahi munkar.

Karakter khairu ummat tergantung pada sejauh mana umat melakukan aktivitas amar makruf nahi mungkar dan sejauh mana keimanan dia pada Allah SWT. Dan kualitas aktivitas amar makruf nahi mungkar itulah yang akan menentukan sejauh mana kualitas khairu umah umat Islam.

Sains dan teknologi di tengah kaum muslimin tidak pernah digunakan untuk menjajah, tetapi untuk menjadikan Islam rahmat seluruh alam, agar manusia meraih kemuliaan dengan ketaqwaan. Sebaliknya ketika sains dan teknologi terlepas dari kaum muslimin, maka dunia akan terjajah, hilang kemuliaannya dan semakin jauh dari ketaqwaan.

Insyaallah dengan keimanan kepada Allah SWT dan aktivitas amar makruf nahi mungkar dengan berjuang, berdakwah untuk menerapkan syariah-Nya di bawah naungan Khilafah Islam, akan mengantarkan kamu Muslim kembali pada kharakter dan tabiatnya sebagai khairu ummah sebagaimana generasi-generasi Islam yang sebelumnya. Isyaallhah. [ron]

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID